<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924</id><updated>2011-12-18T15:52:17.107+01:00</updated><title type='text'>Atase Pertanian KBRI Roma</title><subtitle type='html'>Selamat datang di blog Atase Partanian KBRI Roma. Semoga anda mendapatkan informasi yang anda harapkan...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-98920362233837922</id><published>2010-11-19T13:39:00.000+01:00</published><updated>2010-11-21T13:51:30.052+01:00</updated><title type='text'>PROMOSI SAWIT DI ROMA</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TOkU49pQRVI/AAAAAAAAALs/DXfbpF368z8/s1600/cpo.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TOkU49pQRVI/AAAAAAAAALs/DXfbpF368z8/s400/cpo.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5541983785308931410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya untuk meningkatkan penetrasi pasar cpo dan juga menepis anggapan negatif beberapa pihak di Eropa tentang sawit Indonesia, maka pada tanggl 18 November 2010, Kementan RI bekerjasama dengan KBRI Roma, telah menyelenggarakan kegiatan promosi minyak sawit Indonesia melalui acara business meeting on Promoting Indonesia’s Sustainable Palm Oil di Roma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang dibuka oleh Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementan, Dr. Ir. Zaenal Bachruddin, Msc ini dihadiri oleh 41 investor dan pelaku usaha yang terkait dengan palm oil, dengan menampilkan pembicara Dubes RI Roma, Moh. Oemar; Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Dr. Fadhil Hasan; dan Sekjen Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Paulus Tjakrawan Taningdjaja. Acara dimoderatori oleh Ketua Pelaksana  Harian Komisi Minyak Sawit Indonesia, Dr. Rosediana Suharto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dubes RI Roma dalam paparannya yang  berjudul Indonesia’s Sustainable Palm Oil mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia sangat memperhatikan pelestarian lingkungan jauh sebelum CPO menjadi isu. “Pemerintah RI telah mengeluarkan berbagai peraturan yang mewajibkan para pengusaha untuk memperhatikan aspek lingkungan” kata Dubes Oemar mempertegas pernyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Dubes mengajak para pelaku bisnis palm oil di Italia untuk memanfaatkan peluang investasi untuk megembangkan industri hilir CPO di Indonesia karena sampai tahun 2020 diperkirakan potensi investasi industri hilir ini mencapai US $ 567 – 750 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP), Kementerian Pertanian RI, dalam sambutannya mengatakan bahwa industri CPO di Indonesia memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Indonesia. Dirjen selanjutnya menyatakan bahwa ekspor CPO Indonesia ke Italia dapat lebih ditingkatkan mengingat Italia adalah salah satu konsumen utama CPO di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya diadakan acara tanya jawab, yang lebih tertuju kepada persoalan harga cpo yang akhir2 ini semkin mahal, dan dijelaskan beberapa faktor penyebab kenaikan harga tersebut antara lain: harga dunia minyak mentah dan minyak nabati lainnya, dan permainan para broker.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-98920362233837922?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/98920362233837922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=98920362233837922&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/98920362233837922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/98920362233837922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2010/11/promosi-sawit-di-roma.html' title='PROMOSI SAWIT DI ROMA'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TOkU49pQRVI/AAAAAAAAALs/DXfbpF368z8/s72-c/cpo.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-7596247219419008844</id><published>2010-11-01T15:27:00.005+01:00</published><updated>2010-11-04T13:07:47.143+01:00</updated><title type='text'>Saatnya Kopi Arabika Indonesia memasuki Italia</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TM7bodCUwqI/AAAAAAAAALk/EcQXgjfho8g/s1600/DSC_0997.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TM7bodCUwqI/AAAAAAAAALk/EcQXgjfho8g/s400/DSC_0997.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534602480120545954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TM7Zcs0Yl5I/AAAAAAAAALc/krh4SqfCPJU/s1600/DSC_0853.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TM7Zcs0Yl5I/AAAAAAAAALc/krh4SqfCPJU/s400/DSC_0853.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534600079175358354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TM7XV1aWzyI/AAAAAAAAALU/uN4UrWkJ9rY/s1600/DSC_0783.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TM7XV1aWzyI/AAAAAAAAALU/uN4UrWkJ9rY/s400/DSC_0783.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534597762199768866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa komentar pengunjung yang mencicipi kopi arabika di stand pameran kopi Indonesia di pameran &lt;a href="http://www.triestespresso.it/"&gt;Trieste Espresso Expo &lt;/a&gt;yang berakhir 30 Oktober 2010 yang lalu, menunjukkan bahwa kopi arabika Indonesia mempunyai prospek yang cukup baik untuk memasuki wilayah eropa khususnya Italia yang selama ini Indonesia lebih banyak memasok kopi jenis robusta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui publik Italia lebih mengenal kopi yang berasal dari wilayah Amerika Latin khususnya untuk jenis kopi Arabika dari pada dari wilayah Indonesia. Berbeda dengan jenis kopi Robusta Indonesia yang sudah sangat dikenal para importir seluruh dunia khususnya eropa yang merupakan campuran dari racikan (blend) kopi yang dihasilkan para roaster terkenal Italia seperti Lavazza, Sega Fredo, Sandalj, Corsino Corsini dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://goliath.ecnext.com/coms2/product-compint-0000515715-page.html"&gt;Illycaffè Spa &lt;/a&gt;yang sudah sangat terkenal dengan blend single arabikanya juga memberikan pendapatnya bahwa arabika Indonesia mempunyai prospek untuk memasok kebutuhan bahan baku kopi mereka, sebagaimana dinyatakan oleh Mr. Furio Suggi Liverani, Director Research and Technology Development dari Illycaffè Spa saat menerima delegasi Indonesia yang berkunjung ke perusahaan tersebut. Terkait dengan hal ini maka Illycaffè tertarik untuk melakukan kunjungan ke Indonesia guna mencari jenis kopi arabika yang tepat dan sesuai dengan rasa dan kualitas yang mereka inginkan. Keinginan ini yang akan ditindak lanjuti oleh Direktorat P2HP, Kementrian Pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan pameran ini, beberapa perusahaan seperti Ali Bourgi dari Perancis, Sarl Sufaleg dari Aljazair, Kaffein Akademia dari Hungaria, Manifattura Caffe dan Zusicaff SRL dari Italia berkeinginan membeli kopi Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memajang biji kopi jenis robusta berbagai wilayah Indonesia, kopi arabika, paviliun Indonesia juga memamerkan kopi luwak yang merupakan kopi termahal di dunia yang banyak mendapat perhatian pengunjung. Disamping itu paviliun Indonesia juga menyajikan minuman kopi espresso maupun capuccino dari perusahaan PT Morning Glory yang selama 3 hari pameran ini menghabiskan sekitar 1.500 cangkir kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi pameran Trieste Espresso Expo tahun ini dilaksanakan pada tanggal 28 – 30 Oktober 2010. Kali ini Indonesia menempati dua stand pameran yaitu di paviliun utama A4 dan paviliun E1-58 dengan menyertakan 26 ekspotir kopi Indonesia yang berasal dari AEKI Jawa Timur, AEKI Lampung, beberapa perusahaan dari Medan, dan Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kegiatan pameran, delegasi Indonesia juga mengunjungi perusahaan kopi Lavazza, Illy, Sandalj, perusahaan pensortir kopi Paccorini, serta mengadakan temu bisnis, disamping itu bersamaan dengan pameran ini Dubes Roma Bpk. Moh. Oemar juga menyampaikan presentasi tentang Investasi, Perdagangan dan Turis Indonesia di kantor kamar dagang Trieste dengan didampingi oleh presiden Kadin Trieste, Mr. Antonio Paoletti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia secara aktif mengikuti pameran ini sejak tahun 2006. Harapannya dengan pameran ini akan mendorong interaksi lebih luas antara pengusaha kopi Indonesia dengan importir kopi Luar Negeri khsususnya untuk kawasan Italia dan eropa timur yang ke berbatasan langsung dengan kota Trieste. Selanjutnya setelah pameran ini berakhir diharapkan akan ada  tindak lanjut berupa kesepakatan pembelian kopi Indonesia dengan para mitranya sehingga ekspor kopi Indonesia semakin lama semakin meningkat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-7596247219419008844?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/7596247219419008844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=7596247219419008844&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/7596247219419008844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/7596247219419008844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2010/11/saatnya-kopi-arabika-indonesia-memasuki.html' title='Saatnya Kopi Arabika Indonesia memasuki Italia'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TM7bodCUwqI/AAAAAAAAALk/EcQXgjfho8g/s72-c/DSC_0997.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-3871471849049826347</id><published>2010-10-25T17:07:00.000+02:00</published><updated>2010-10-28T17:10:09.478+02:00</updated><title type='text'>26 EXPORTIR KOPI INDONESIA IKUTI ESPRESSO EXPO DI TRIESTE ITALIA</title><content type='html'>Minum kopi adalah salah satu kebiasaan yang telah menyatu dengan masyarakat Italia disamping sepak bola. Tidak heran Italia dalam dua hal ini menjadi negara yang sangat terkenal. Klub bola seperti Juventus, Inter Milan, As Roma dll sangat terkenal se-antero dunia. Sementara semua orang tahu tentang kopi capuchino, espresso, koffee-latte dll adalah juga merupakan brand-mark Italia.&lt;br /&gt; Sebagai negara yang banyak mengkreasi muniman kopi, maka Italia juga mengadakan pameran soal kopi ini khususnya kopi espresso yang secara rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali di kota Trieste, utara Italia yang terkenal dengan nama Treiste-Espresso-Coffee Expo  yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Untuk tahun ini pameran akan dilaksanakan tanggal 28 – 20 Oktober 2010 di Trieste Fiera, kota Trieste.&lt;br /&gt; KBRI Roma bekerjasama dengan Direktorat Pemasaran Internasional P2HP Kementan akan berpartisipasi pada pameran ini. Pada pameran kali ini, Indonesia menyertakan 26 perusahaan exportir kopi Indonesia yang tergabung dalam EAKI Jawa Timur, AEKI Lampung, serta beberapa perusahaan dari Jawa Barat, Sumatera Utara, Bali, Sumatera Barat yang akan menampilkan berbagai jenis kopi Indonesia termasuk kopi Luwak yang merupakan kopi termahal di dunia.&lt;br /&gt;Selain kegiatan pameran, delegasi Indonesia juga akan mengunjungi perusahaan kopi Lavazza di Turino, Illy Coffee di Trieste, Pelabuhan laut Trieste, Perusahaan pensortir kopi terkenal Paccorini, serta akan diadakan juga pertemuan bisnis antara pengusaha kopi Indonesia dengan pengusaha kopi dari Italia dan negara lain, disamping itu tanggal 28 Oktober 2010 KBRI Roma bekerjasama dengan Chamber of Commerce Trieste akan mengadakan acara khusus “Country Presentation, Indonesian Potentials on Trade, Investment and Tourism”.&lt;br /&gt;Mengingat delegasi yang cukup besar serta upaya Indonesia untuk mempromosikan kopinya ke manca negara, maka KBRI Roma mengajak para warga negara Indonesia yang bermukim di sekitar Trieste seperti termasuk di negara Austria, Slowenia untuk berpartisipasi menyebarkan informasi ini serta mengundang mereka untuk mengunjungi Paviliun Indonesia tersebut.&lt;br /&gt; Diharapkan dengan pameran ini Kopi Indonesia dapat merebut kembali posisi tiga besar negara pemasok kopi Italia yang pernah dipunyai Indonesia di tahun 70-an.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-3871471849049826347?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/3871471849049826347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=3871471849049826347&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3871471849049826347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3871471849049826347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2010/10/26-exportir-kopi-indonesia-ikuti.html' title='26 EXPORTIR KOPI INDONESIA IKUTI ESPRESSO EXPO DI TRIESTE ITALIA'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-212113836680241288</id><published>2010-10-15T16:46:00.000+02:00</published><updated>2010-10-22T00:49:32.725+02:00</updated><title type='text'>Bersatu Melawan Kelaparan</title><content type='html'>Hari ini tanggal 15 Oktober 2010 telah berlangsung peringatan Hari Pangan Dunia di Kantor Pusat FAO Italia. Pada peringatan Hari Pangan Dunia yang ke 30 kali ini, yang bertindak sebagai pembicara utama adalah Paul Kagame, Presiden dari Rwanda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pesan utama dari peringatan kali ini adalah bahwa penyelesaian persoalan kelaparan dunia merupakan hal yang mendesak dan kewajiban dari semua institusi dan pemerintahan pada setiap tingkatan. Untuk itu Dirjen FAO dalam kata sambutannya mengajak setiap kita untuk bersatu menyelesaikan persoalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu persoalan meningkatnya jumlah penduduk lapar dunia sebagaimana yang dikemukakan Dirjen FAO adalah terjadinya tren negatif jangka panjang terhadap bantuan pembangunan di sektor pertanian yang pada tahun 1980-an mencapai sekitar 19% menjadi hanya 3% pada tahun 2006 dan sekarang berkisar 6% saja dari bantuan pembangunan secara umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain menurut FAO negara-negara berpendapatan rendah yang mengalami defisit pangan hendaknya mampu meningkatkan anggaran pembangunan pertaniannya dari rata-rata sekarang 5% menjadi paling sedikit 10% dari keseluruhan anggaran pembangunannya. &lt;br /&gt;Sementara itu dalam pidatonya Presiden Kagame mengingatkan beberapa hal untuk menyelesaikan kelaparan dunia salah satunya adalah perlunya realisasi bantuan-bantuan yang dijanjikan pada berbagai pertemuan tingkat dunia serta perlunya kemauan politik (political will) dari pimpinan dunia untuk merealisasikan janji ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada peringatan tahun ini selain berbicara Direktur Eksekutif WFP dan Presiden IFAD tampil juga Anggun, penyanyi Indonesia yang mendunia dengan menyanyikan sebuah lagu hitnya yang berjudul “Snow on the Sahara” di samping beberapa Goodwill Ambassador FAO lainnya salah satunya Gina Lolobrigida. Pada kesempatan ini FAO juga memberikan penghargaan the Agrocola Medal (post-humous) kepada Dr. Norman Borlaug (alm) yang merupakan bapak revolusi hijau dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-212113836680241288?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/212113836680241288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=212113836680241288&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/212113836680241288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/212113836680241288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2010/10/bersatu-melawan-kelaparan.html' title='Bersatu Melawan Kelaparan'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-4794740314169856266</id><published>2010-09-30T11:49:00.005+02:00</published><updated>2010-10-04T16:13:35.665+02:00</updated><title type='text'>FAO HARUS LEBIH EFEKTIF DAN EFISIEN</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TKnfBl0mDhI/AAAAAAAAALM/5_AYNFfRWb8/s1600/mentan+korea2.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TKnfBl0mDhI/AAAAAAAAALM/5_AYNFfRWb8/s400/mentan+korea2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524191636372196882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TKm0CN-ugaI/AAAAAAAAALE/xE_mVOYIPic/s1600/mentan+korea1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TKm0CN-ugaI/AAAAAAAAALE/xE_mVOYIPic/s400/mentan+korea1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524144368152117666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian salah satu poin utama yang disampaikan Menteri Pertanian Indonesia Dr. Suswono dalam intervensi nya pada Ministerial Meeting di konferensi ke 30 regional FAO Asia Pasifik yang  sedang berlangsung di kota tua Gyeongju, Korea Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Mentan mengatakan bahwa meningkatnya jumlah penduduk lapar dunia pada 10 tahun terakhir mencerminkan kurang efektifnya tindakan organisasi dunia dalam memerangi kelaparan. Oleh karena itulah Indonesia mengharapkan FAO dan organisasi Internasional lainnya dapat secara bersinergi menciptakan kegiatan dan proyek yang lebih efektif dan efisien dengan melibatkan secara penuh negara anggota tidak saja dalam pelaksanaan, tetapi juga dalam merencanakan dan menyusun kegiatan atau proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sidang tingkat menteri dilaksanakan, hari Rabu tanggal 29 September kemarin Mentan Indonesia didampingi oleh Dubes Indonesia untuk Korsel Bpk. Nicholas T. Damme dan Staf Ahli Mentan Bidang KLN, Ibu Yusni Emilia Harahap, melakukan pertemuan bilateral dengan mentan Korsel, Jeong Bok Yoo. Kedua negara sepakat memperkuat kerjasama dalam bidang pertanian melalui pembentukan working group dalam bidang pertanian, dan berusaha secepat mungkin menyelesaikan draft MoU yang sedang disusun bersama. Dalam pertemuan bilateral ini ikut serta juga Bpk. Prof. Dr. Indroyono Soesilo, Ses Menko Kesra yang merupakan Calon Dirjen FAO dari Indonesia untuk periode jabatan 2011 – 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi Konferensi Regional FAO Asia Pasifik ke 30 berlangsung tanggal 27 September – 1 Oktober 2010 di kota Gyeongju, Korea Selatan. Konferensi ini dibagi dalam 2 sesi yaitu Senior Official Meeting (SOM) dengan ketua delegasi Dr. Gatot Irianto Sumardjo, Ka Badan Litbang Kementan, dan Ministerial Meeting (MM) dengan Dr. Suswono, menteri Pertanian sebagai Ketua Delrinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Korsel Lee Myung Bak secara resmi membuka pertemuan tingkat menteri dan memberikan kata sambutannya yang menjelaskan secara singkat bagaimana Korsel keluar dari kemiskinan menjadi salah satu negara maju di dunia melalui kerja keras.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-4794740314169856266?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/4794740314169856266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=4794740314169856266&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/4794740314169856266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/4794740314169856266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2010/09/fao-harus-lebih-efektif-dan-efisien.html' title='FAO HARUS LEBIH EFEKTIF DAN EFISIEN'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/TKnfBl0mDhI/AAAAAAAAALM/5_AYNFfRWb8/s72-c/mentan+korea2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-5020610885795189459</id><published>2010-07-09T09:39:00.000+02:00</published><updated>2010-09-14T09:40:35.817+02:00</updated><title type='text'>FAO BERIKAN AKSES DATA STATISTIK GRATIS</title><content type='html'>Dalam Siaran persnya tertanggal 9 Juli 2010 hari ini, FAO menyatakan bahwa sekarang FAO memberikan akses data statistik gratis melalui FAOSTAT kepada setiap orang, sementara dahulu seseorang dapat mengakses data melalui FAOSTAT ini secara gratis hanya untuk data tertentu dan jumlahnya terbatas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai informasi FAOSTAT merupakan database statistik terlengkap di dunia tentang pangan, pertanian (termasuk peternakan, kehutanan, dan perikanan), dan kelaparan yang mencakup 210 negara dan wilayah, dengan lebih dari 1 juta data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mr. Hafez Ghanem, Asisten Dirjen FAO yang membawahi Pembangunan Sosial dan Ekonomi, pemberian kebebasan dalam mengakses data statistik yang dipunyai FAO ini sangat penting sebagai alat untuk memerangi kemiskinan, mempromosikan pembangunan berkelanjutan, dan mengilangkan kelaparan. Mr. Ghanem berharap para ahli ekonomi, perencana, dan pembuat kebijakan di seluruh dunia akan menggunakan data yang ada dengan baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara Pietro Gennari, Direktur Devisi Statistik FAO mengatakan: “FAOSTAT merupakan alat yang sangat bermanfaat untuk melihat dimana kelaparan terjadi, memahami kenapa terjadi kelaparan, dan apa yang mungkin perlu dilakukan untuk menanggulangi kelaparan tersebut”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Secara umum FAOSTAT memuat data antara lain tentang produksi pertanian dan pangan, penggunaan pupuk dan pestisida, pengapalan bantuan pangan, produksi kehutanan dan perikanan, irigasi dan penggunaan air, penggunaan lahan, trend pupulasi penduduk dunia, perdagangan produk pertanian, penggunaan mesin pertanian (mekanisasi pertanian) dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAOSTAT menyajikan data dalam tiga bahasa yaitu Inggris, Prancis, dan Spanyol, dalam bentuk tabel, grafik, dan dapat diunduh dalam format program Excel. Cara mengaksesnya sangat mudah dengan memasukkan kata kunci FAOSTAT maka pengakses akan masuk ke websitenya dan dapat memilih akses yang diinginkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-5020610885795189459?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/5020610885795189459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=5020610885795189459&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5020610885795189459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5020610885795189459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2010/07/fao-berikan-akses-data-statistik-gratis.html' title='FAO BERIKAN AKSES DATA STATISTIK GRATIS'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-8040948204456974343</id><published>2010-04-01T09:36:00.000+02:00</published><updated>2010-09-14T09:38:15.934+02:00</updated><title type='text'>PENGGUNDULAN HUTAN DUNIA MENURUN</title><content type='html'>Demikian intisari dari hasil penilaian FAO terhadap kondisi hutan dunia selama 10 tahun terakhir yang termuat dalam The Global Forest Resources Assestment 2010 yang merupakan hasil studi di 233 negara dan wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, FAO mengingatkan bahwa di beberapa negara tingkat penggundulan hutan masih pada tingkat yang mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara global setiap tahun selama kurun waktu tahun 2000 – 2010 ada sekitar 13 juta hektar hutan mengalami peralihan fungsi baik disengaja maupun akibat kejadian alamiah seperti kebakaran, serangan hama dan penyakit, badai, banjir, gempa dll. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 3 juta hektar dibandingkan dengan kurun waktu tahun 90-an yang mencapai sekitar 16 juta hektar penggundulan hutan per tahun.&lt;br /&gt;Brazil dan Indonesia, dua negara yang pada tahun 90-an dinilai tertinggi tingkat penggundulan hutannya, menurut FAO justru pada kurun waktu 2000 – 2010 berhasil secara nyata menurunkan tingkat penggundulan hutannya.  Disamping negara China, India, USA, dan Viet Nam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 90-an tingkat penggundulan hutan per tahun di Brazil mencapai 2,9 juta hektar, sementara pada kurun waktu 2000 – 2010 tingkat penggundulan hutannya mengalami penurun menjadi sekitar 2,6 juta hektar per tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sendiri berhasil secara nyata menurunkan tingkat penggundulan hutan ini dari sekitar 1,9 juta hektar per tahun pada kurun waktu 90-an menjadi hanya sekitar 0,5 juta hektar pertahun pada kurun waktu 2000 – 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa informasi penting lainnya terkait dengan hutan adalah bahwa jumlah hutan primer saat sekarang sekitar 36 % dari seluruh hutan dunia tetapi dari data yang ada menunjukkan bahwa hal ini mengalami penurunan sekitar 40 juta hektar sejak tahun 2000. Hal ini disebabkan adanya perubahan klasifikasi dari hutan primer ke hutan lainnya akibat penebangan selektif maupun campur tangan manusia lainnya. &lt;br /&gt;Sedangkan hutan lain yang merupakan hutan lindung atau cagar alam jumlahnya mencapai sekitar 13 persen dari selurh luas hutan dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-8040948204456974343?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/8040948204456974343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=8040948204456974343&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8040948204456974343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8040948204456974343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2010/04/penggundulan-hutan-dunia-menurun.html' title='PENGGUNDULAN HUTAN DUNIA MENURUN'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-6576380539214360578</id><published>2010-03-08T15:09:00.000+01:00</published><updated>2010-03-08T15:10:23.418+01:00</updated><title type='text'>Bioteknologi hendaknya memperhatikan kepentingan pertanian skala kecil dan kesejahteraan petaninya</title><content type='html'>Demikian salah satu hasil penting yang disepakati dalam konferensi tentang bioteknologi di Negara berkembang yang berakhir Kamis sore pada tanggal 4 Maret 2010 di Guadalajara Meksiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keputusan tersebut peserta pertemuan juga sepakat perlunya pendanaan yang berkelanjutan untuk mengembangkan bioteknologi di Negara berkembang dengan melalui kerjasama yang melibatkan sektor pemerintah, swasta, dan organisasi kemasyarakatan khususnya yang menaungi kepentingan petani dan pertanian dalam arti luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu pertemuan penting yang dilakukan FAO terkait dalam penerapan bio teknologi, delegasi Indonesia menilai pertemuan ini cukup berhasil dalam memetakan kembali peran penting bio teknologi dalam pembangunan pangan dan pertanian di negara berkembang dalam era globalisasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delegasi Indonesia pada kesempatan ini menekankan perlunya Organisasi Internasional terkait dan negara donor yang sementara ini merupakan pemilik utama bio-tekonologi untuk mengupayakan apa yang disebut dengan “pro-poor bio technologies”. Sedangkan delegasi lain menambahkan agar isu keterlibatan, pengetahuan dan kontrol petani atas penerapan teknologi termaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi, konferensi teknis internasional Organisasi Pangan Dunia (FAO) tentang bioteknologi pertanian di negara-negara berkembang (FAO International Technical Conference on Agricultural Biotechnologies in Developing Countries 2010 /FAO ABDC 2010) telah berlangsung di Guadalajara, Mexico pada tanggal 1-4 Maret 2010.  Pertemuan yang merupakan hasil kerjasama FAO, IFAD Pemerintah Mexico serta beberapa lembaga riset internasional ini dihadiri oleh sekitar 350 orang dari kalangan peneliti, LSM, Oranisasi Internasional / Regional, pemerintah, serta beberapa perwakilan setingkat Menteri dari 56 negara dan 26 organisasi yang bertindak sebagai pengamat.  Delegasi RI terdiri dari Atase Pertanian Roma, Counsellor Multilateral KBRI Roma, 3 (tiga) orang peneliti dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan, serta unsur KBRI Mexico City.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-6576380539214360578?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/6576380539214360578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=6576380539214360578&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/6576380539214360578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/6576380539214360578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2010/03/bioteknologi-hendaknya-memperhatikan.html' title='Bioteknologi hendaknya memperhatikan kepentingan pertanian skala kecil dan kesejahteraan petaninya'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-2963098962521569090</id><published>2010-03-03T13:24:00.002+01:00</published><updated>2010-03-03T13:31:35.301+01:00</updated><title type='text'>MUNGKINKAH BIOTEKNOLOGI TANGGULANGI KELAPARAN DUNIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/S45WioDZ1oI/AAAAAAAAAK0/7n914ugTGds/s1600-h/DSC_0022.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/S45WioDZ1oI/AAAAAAAAAK0/7n914ugTGds/s400/DSC_0022.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444384152404743810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/S45WJF7S4dI/AAAAAAAAAKs/1Za5r6327Vw/s1600-h/suasana+saat+pembukaan+konferensi.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/S45WJF7S4dI/AAAAAAAAAKs/1Za5r6327Vw/s400/suasana+saat+pembukaan+konferensi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444383713747198418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan di atas merupakan salah satu pertanyaan utama yang mengemuka pada diskusi yang terjadi pada konferensi tentang Bioteknologi di negara berkembang yang berlangsung tanggal 1 – 4 Maret 2010 di Guadalajara Meksiko. Bertindak sebagai sponsor utama pada konferensi ini adalah fao, Ifad, CGIAR, dan pemerintah Meksiko. Isu lain yang juga menjadi pertanyaan utama adalah sejauh mana peranan bioteknologi bagi peningkatan kesejahteraan kaum miskin di pedesaaan Negara berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi yang mengambil thema: “The Technical Conference on Agricultural Technologies in Developing Countries: Option and Opportunities in Crops, Forestry, Livestock, Fisheries, and Agro-industry to face the Challenges of Food Security, and Climate Change” dihadiri oleh paling tidak sekitar 200 lebih peserta yang berasal dari 50 negara lebih dan utusan berbagai organisasi Internasional dan LSM dunia termasuk Indonesia yang diwakili oleh utusan institusi Kementrian Pertanian, Kementrian Kehutanan, dan unsur KBRI Roma dan KBRI Maksiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kata sambutannya Asisten Dirjen FAO, Mr. Madibo Traore, atas nama Dirjen FAO, mengatakan bahwa Bioteknologi modern dan juga yang konvensional merupakan alat yang sangat berpotensi  bagi sektor pertanian dalam arti luas termasuk perikanan dan kehutanan. Dikatakan selanjutnya bahwa walaupun demikian bioteknologi menurut Mr. Traore belum memberikan pengaruh yang memadai terhadap kehidupan petani di Negara berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi yang membahas aspek Bioteknologi dalam arti luas ini diarahkan untuk tidak terfokus ke tema bahasan tentang GMO (Genetically Modified Organisms) yang selama ini memang merupakan thema yang masih bersifat kontroversial, tetapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat teknis dan menghindari aspek yang terkait dengan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam siaran persnya FAO juga mengemukakan beberapa inovasi yang dihasilkan oleh bioteknologi ini beberapa misalnya: padi hibrida Afrika, hasil susu sapi perah di Bangladesh, penggunaan metode berdasarkan DNA untuk mendeteksi penyakit udang di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari konferensi ini diharapkan akan dihasilkan beberapa rekomendasi dan masukan bagaimana peranan Bioteknologi di Negara berkembang dalam menanggulangi persoalan penyediaan pangan dan penanggulangan kemiskinan di tengan terjadinya perubahan lingkungan hidup dan kelaparan dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-2963098962521569090?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/2963098962521569090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=2963098962521569090&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/2963098962521569090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/2963098962521569090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2010/03/mungkinkah-bioteknologi-tanggulangi.html' title='MUNGKINKAH BIOTEKNOLOGI TANGGULANGI KELAPARAN DUNIA'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/S45WioDZ1oI/AAAAAAAAAK0/7n914ugTGds/s72-c/DSC_0022.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-5837328106065950341</id><published>2010-01-19T18:38:00.000+01:00</published><updated>2010-02-10T18:43:51.130+01:00</updated><title type='text'>HATI-HATI, HARGA BERAS DUNIA MERANGKAK NAIK</title><content type='html'>Dalam laporan yang dikeluarkan FAO yang termuat dalam “FAO Rice Price Update” untuk bulan Januari 2010 terungkap bahwa berdasarkan indeks harga beras fao, menunjukkan bahwa harga beras dunia secara rata-rata untuk tahun 2009 mengalami penurunan sekitar 14,2 % dibandingkan dengan kurun waktu tahun 2008. Penurunan tertinggi dialami beras jenis Indica kualitas rendah yang mencapai penurunan sekitar 31,8 % pada kurun waktu yang sama, sementara untuk jenis beras Japonica justru sedikit mengalami kenaikan di tahun 2009 ini sebesar 8,2 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, jika diperhatikan secara lebih rinci dengan mendasarkan kepada harga beras bulanan khususnya dengan membandingkan antara harga beras bulan Desember dibandingkan dengan bulan Nopember tahun 2009, menunjukkan bahwa harga beras dunia mengalami peningkatan bahkan beberapa jenis beras harganya juga lebih tinggi dibandingkan dengan harga pada bulan Desember tahun 2008, sebagaimana ditunjukkan untuk semua jenis beras dari Thailand dan Vietnam. Hanya beras jenis US California Medium Grain dan Basmati Pakistan yang harganya lebih rendah  dibandingkan dengan harga pada bulan yang sama tahun 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati data ini maka perlu kiranya instansi terkait mengantisipasi kecenderung peningkatan harga beras dunia ini, khususnya dalam kajian terhadap kebijakan impor dan ekspor beras, sehingga harga beras dalam negeri tetap terjaga pada level yang rasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan harga minyak dunia yang sekarang berkisar pada harga 70 – 80 US $/barrel, adanya perubahan iklim global, dan bencana alam yang akhir-akhir ini frekuensinya cenderung meningkat, maka bukan tidak mungkin harga beras dunia semakin meningkat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-5837328106065950341?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/5837328106065950341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=5837328106065950341&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5837328106065950341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5837328106065950341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2010/01/hati-hati-harga-beras-dunia-merangkak.html' title='HATI-HATI, HARGA BERAS DUNIA MERANGKAK NAIK'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-4942737434108943092</id><published>2010-01-18T13:48:00.000+01:00</published><updated>2010-02-16T14:59:04.152+01:00</updated><title type='text'>2010, Lonjakan Harga Teh Dunia Diperkirakan Menurun</title><content type='html'>Demikian intisari dari siaran pers akhir tahun  yang dikeluarkan FAO beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut FAO harga teh dunia untuk teh hitam mencapai rekor tertinggi pada tahun 2009 yang berdasarkan harga kompositnya mencapai 3,18 US $ per kilogramnya, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata2 harga teh tahun 2008 yang hanya mencapai 2,38 US$. Kenaikan ini utamanya disebabkan oleh adanya kekeringan di beberapa Negara utama penghasil teh yaitu: India, Sri Lanka, dan Kenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sekretaris dari Intergovernmental Group on Tea FAO, Mr. Kaison Chang, beberapa Negara seperti India bernjanji tidak akan melakukan perluasan areal penanaman melebihi apa yang sudah mereka tanam, hal ini bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan antara suplai dan demand dari teh dunia. &lt;br /&gt;Lebih lanjut Mr. Chang mengatakan bahwa pada tahun 2010 ini diperkirakan lonjakan harga teh dunia akan menurun akibat kondisi cuaca yang kembali normal untuk produksi teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam siaran pers FAO itu juga dijelaskan bahwa kebutuhan teh dunia tetap tinggi di tengah resesi global sekarang hal ini disebabkan oleh minum teh merupakan kebiasaan yang pengeluaran per rumah tangganya relatif kecil.&lt;br /&gt;Yang menarik dari laporan ini bahwa tidak seperti di Negara maju, harga teh dunia yang tinggi di Negara berkembang akan mempengaruhi harga teh di pasar reteil. Sebagai contoh:pada bulan September 2009 di India rata2 harga teh di pasar reil mencapai harga 15 % lebih tinggi dari pada bulan yang sama di tahun 2008. Di Pakistan pda kurun waktu yang sama harga di pasr reteil meningkat sekitar 12 %.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-4942737434108943092?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/4942737434108943092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=4942737434108943092&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/4942737434108943092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/4942737434108943092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2010/01/2010-lonjakan-harga-teh-dunia.html' title='2010, Lonjakan Harga Teh Dunia Diperkirakan Menurun'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-6270660816635363707</id><published>2009-11-21T21:17:00.007+01:00</published><updated>2010-01-27T10:25:26.745+01:00</updated><title type='text'>Mentan Indonesia lakukan kunjungan ke Pusat Penelitian Kerbau perah dan pedaging (Istituto Sperimentale per la Zootecnia, Monterotondo, Italia)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhMhJEtQcI/AAAAAAAAAKc/ZVQAGgZfsm0/s1600/kunjungan+ke+pusat+penelitian+kerbau+perah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhMhJEtQcI/AAAAAAAAAKc/ZVQAGgZfsm0/s400/kunjungan+ke+pusat+penelitian+kerbau+perah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406655484913336770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pusat penelitian ini merupakan pusat penelitian kerbau perah utama Italia. Sebagai informasi, kerbau Italia menghasilkan susu tertinggi di dunia yang dapat mencapai 16 liter sehari. Susu kerbau Italia sudah sangat terkenal sabagai sumber bahan baku penghasil keju Mozzarella.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan ini dilakukan sebagai upaya untuk menjalin kerjasama dalam pengembangan kerbau di Indonesia yang selama ini masih belum digarap dengan maksimal. Diharapkan adanya kerjasama ini akan dapat menunjang upaya pemerintah untuk mencapai swasembada daging dan juga perbaikan gizi masarakat desa yang banyak beternak kerbau. seperti di wilayah Padang, Pampangan (Sum-Sel), Medan, Toraja dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini sudah tersusun proposal yang akan dicarikan pendanaan untuk pengembangan kerbau di Indonesia. Pemda Sumatera Selatan sudah mengalokasikan sejumlah dana untuk mengirim tim ke Italia yang akan menjajaki kerjasama pengembangan kerbau di wilayah Sumsel.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-6270660816635363707?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/6270660816635363707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=6270660816635363707&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/6270660816635363707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/6270660816635363707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/11/melakukan-kunjungan-ke-pusat-penelitian.html' title='Mentan Indonesia lakukan kunjungan ke Pusat Penelitian Kerbau perah dan pedaging (Istituto Sperimentale per la Zootecnia, Monterotondo, Italia)'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhMhJEtQcI/AAAAAAAAAKc/ZVQAGgZfsm0/s72-c/kunjungan+ke+pusat+penelitian+kerbau+perah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-3786509867917080313</id><published>2009-11-21T21:11:00.003+01:00</published><updated>2009-11-21T21:17:21.832+01:00</updated><title type='text'>Pertemuan Mentan Indonesia dengan Mentan Australia, Mr. Tony Burke</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhJ-ZYjsSI/AAAAAAAAAKU/eApF2UrVlZU/s1600/bilateral+dengan+mentan+Australia.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhJ-ZYjsSI/AAAAAAAAAKU/eApF2UrVlZU/s400/bilateral+dengan+mentan+Australia.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406652688972886306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan dengan Menteri tanggal 19 November 2009, pihak Australia telah menanyakan informasi terkait beberapa peraturan import dari Indonesia yang dikhawatirkan dapat menganggu perdagangan kedua negara, terutama peraturan mengenai pengiriman daging sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertanian Indonesia menjelaskan pada prinsipnya tidak terdapat hal-hal baru dalam peraturan tersebut dan Australia tidak perlu terlalu khawatir. Terkait dengan daging bersertifikat halal, hal tersebut lebih disebabkan karena belum ditentukannya penentuan lembaga yang berwenang dalam mengeluarkan sertifikat tersebut. Australia bersedia untuk memfasilitasi kunjungan tim Indonesia terkait hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu diperhatikan Australia terkait ternak adalah berat dari ternak yang akan diimpor tidak melebihi 350 kilogram. Aturan terkait berat ternak tersebut diperlukan untuk memberikan kesempatan kerja bagi para peternak dalam penggemukannya. Australia dapat memahami penjelasan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu lain yang dibicarakan adalah mengenai pengambilan sample dari setiap pengiriman produk holtikultura Australia, yang dianggap dapat mempertinggi biaya impor produk ini ke Indonesia. Australia dapat memfasilitasi kunjungan tim Indonesia sekiranya diperlukan untuk melihat sendiri proses pengujian yang dilakukan di lembaga mereka. Mentan Indonesia menyatakan akan mempelajari persoalan yang dikemukakan Australia tersebut dan akan menginformasikan kembali kepada Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir pertemuan, telah dibicarakan kemungkinan kerjasama pengiriman tenaga kerja asing terampil di sektor pertanian di Australia dimana pihak Australia mengatakan akan mengirimkan informasi lebih lanjut terkait hal tersebut. Indonesia menjelaskan bahwa Indonesia memilki potensi tenaga kerja yang kompeten yang kiranya dapat bermanfaat bagi Australia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-3786509867917080313?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/3786509867917080313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=3786509867917080313&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3786509867917080313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3786509867917080313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/11/pertemuan-mentan-indonesia-dengan_4747.html' title='Pertemuan Mentan Indonesia dengan Mentan Australia, Mr. Tony Burke'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhJ-ZYjsSI/AAAAAAAAAKU/eApF2UrVlZU/s72-c/bilateral+dengan+mentan+Australia.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-5403075551630155044</id><published>2009-11-21T21:03:00.003+01:00</published><updated>2009-11-21T21:10:21.079+01:00</updated><title type='text'>Pertemuan Mentan Indonesia dengan Menteri Pertanian Norwegia, Mr. Lars Peder Brekk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhJILNmdaI/AAAAAAAAAKM/8gZtNmdElfM/s1600/dengan+mentan+Norwegia.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhJILNmdaI/AAAAAAAAAKM/8gZtNmdElfM/s400/dengan+mentan+Norwegia.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406651757455898018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhIxOWKPWI/AAAAAAAAAKE/z2Nzhoas8Qs/s1600/bilateral+dengan+mentan+Norwegia.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhIxOWKPWI/AAAAAAAAAKE/z2Nzhoas8Qs/s400/bilateral+dengan+mentan+Norwegia.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406651363160112482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan ini aspek utama yang dibicarakan adalah tentang International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (IT-PGRFA). Pada kesempatan ini Pemerintah Norwegia menyatakan sangat mendukung terhadap keberhasilan penyelenggaraan pertemuan ke-4 Governing Body yang akan dilaksanakan di Indonesia pada bulan Maret 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertanian Norwegia sebagai pemimpin “Global Task Force” berperan aktif mendukung pendanaan “Benefit Sharing Fund” yang sangat bermanfaat bagi petani di negara berkembang yang mengkonsevasi sumberdaya genetic yang mereka miliki sehingga dapat menjamin ketersediaan pangan. Menteri Pertanian Norwegia memimpin Global Task Force untuk penggalangan dana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pertemuan di Bali, sekretariat IT-PGRFA telah menyusun Road Map. Beberapa Road Map tersebut adalah:  pertemuan Ministerial Round Table pada bulan Juni 2010 di Roma, Italia,  Policy Seminar pada tanggal 15-18 Desember 2009 di Bari, pertemuan Nordic Council of Ministers pada bulan Juni 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-5403075551630155044?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/5403075551630155044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=5403075551630155044&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5403075551630155044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5403075551630155044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/11/pertemuan-mentan-indonesia-dengan_21.html' title='Pertemuan Mentan Indonesia dengan Menteri Pertanian Norwegia, Mr. Lars Peder Brekk'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhJILNmdaI/AAAAAAAAAKM/8gZtNmdElfM/s72-c/dengan+mentan+Norwegia.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-1904546524937992300</id><published>2009-11-21T20:53:00.004+01:00</published><updated>2009-11-21T21:32:20.556+01:00</updated><title type='text'>Pertemuan Mentan Indonesia dengan Menteri Pertanian New Zealand, Mr. David Carter</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhHZ8oZHpI/AAAAAAAAAJ8/t2V6a70wiDw/s1600/saat+menyerahkan+cinderamata+ke+mentan+Selandia+baru.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhHZ8oZHpI/AAAAAAAAAJ8/t2V6a70wiDw/s400/saat+menyerahkan+cinderamata+ke+mentan+Selandia+baru.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406649863756127890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertanian New Zealand menjelaskan tentang ide pembentukan “Global Alliance on Agricultural Green House Mitigation Research: An International Partnership” yang merupakan usulan Pemerintah New Zealand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide ini bertujuan, antara lain bekerjasama melakukan penelitian mengurangi emisi pertanian, mendapatkan dukungan sumberdaya keuangan internasional untuk penelitian emisi pertanian, kesamaan pemahaman dan cara mengukur emisi pertanian, mendorong penyebarluasan informasi dan penerapan yang penelitian yang konsisten dan metodologi yang terukur, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentan Indonesia menyampaikan kesamaan pandangan dukungan dan sepenuhnya terhadap konsep tersebut mengingat isu tentang pengaruh gas rumah kaca yang ditimbulkan oleh pertanian terus meningkat. Mentan juga menyampaikan bahwa Indonesia sangat concern dengan persoalan perubahan iklim global yang dicerminkan oleh keberhasilan Indonesia dalam menghasilkan Bali Road Map yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam pembahasan persoalan perubahan iklim dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu lain yang dibahas adalah persoalan ekspor daging New Zealand ke Indonesia setahun terakhir. Mentan menjelaskan bahwa saat sekarang Undang-Undang tentang sistem kehalalan produk sedang dalam proses pembahasan antara Pemerintah dengan DPR,dan institusi lain yang terkait. Persoalan ini tentunya akan dikomunikasikan dengan baik jika nantinya sudah ada ketetapan aturan yang jelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-1904546524937992300?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/1904546524937992300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=1904546524937992300&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/1904546524937992300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/1904546524937992300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/11/pertemuan-mentan-indonesia-dengan.html' title='Pertemuan Mentan Indonesia dengan Menteri Pertanian New Zealand, Mr. David Carter'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwhHZ8oZHpI/AAAAAAAAAJ8/t2V6a70wiDw/s72-c/saat+menyerahkan+cinderamata+ke+mentan+Selandia+baru.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-4828281806259583148</id><published>2009-11-20T14:18:00.004+01:00</published><updated>2009-11-20T14:32:21.244+01:00</updated><title type='text'>Krisis Pangan Dunia Butuh Penyelesaian Bersama Seluruh Negara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwaYPOOf_II/AAAAAAAAAJ0/udprRBpJu0M/s1600/mentan1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwaYPOOf_II/AAAAAAAAAJ0/udprRBpJu0M/s400/mentan1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406175789989231746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:1;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Menteri Pertanian Indonesia Bapak Suswono pada pidatonya yang disampaikan pada Pertemuan ke 36 Konferensi FAO di Kantor Pusat FAO di Roma tanggal 19 Nopember 2009 kemarin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;“Tidak mungkin persoalan pangan global dapat diselesaikan melalui penyelesaian individualis masing-masing negara. Oleh karena itu Indonesia sangat mendukung segala bentuk inisiatif untuk membangun kemitraan global yang lebih baik dan lebih kuat” demikian penegasan Mentan Suswono yang saat sekarang sedang menyelesaikan pendidikan S3 nya di IPB.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Mentan ke Roma selain dalam rangka konferensi FAO juga yang utama dalam rangka mendampingi Bapak Wakil Presiden Indonesia yang menyampaikan pidato pada acara pertemuan puncak dunia tentang ketahanan pangan global (World Summit on Food Security) yang berlangsung di FAO tanggal 16 – 18 Nopember 2009.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Selain menekankan perlunya kerjasama global, dalam pernyataannya, Mentan juga menyinggung beberapa hal yang menyangkut keberhasilan Indonesia dalam mengelola pangan utama penduduknya serta menjelaskan tentang partisipasi Indonesia dalam membantu negara lain melalui kerjasama Selatan-Selatan. Mentan juga menginformasikan beberapa target Indonesia terkait ketahanan pangan seperti: swasembada daging dan gula yang diharapkan dapat tercapai dalam periode lima tahun mendatang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Terkait juga dengan ketahanan pangan dalam negeri, Mentan juga menekankan tentang salah satu prioritas utama program yang akan dilakukannya yaitu diversifikasi pangan dan penurunan tingkat konsumsi beras per penduduk Indonesia yang dinilai terlalu tinggi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-4828281806259583148?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/4828281806259583148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=4828281806259583148&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/4828281806259583148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/4828281806259583148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/11/krisis-pangan-dunia-butuh-penyelesaian.html' title='Krisis Pangan Dunia Butuh Penyelesaian Bersama Seluruh Negara'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SwaYPOOf_II/AAAAAAAAAJ0/udprRBpJu0M/s72-c/mentan1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-3717559404430948448</id><published>2009-11-05T18:46:00.001+01:00</published><updated>2009-11-29T18:55:21.357+01:00</updated><title type='text'>PERLUNYA KIPRAH EXPERT INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SxK1d0QSu_I/AAAAAAAAAKk/OM2lWHrmwFM/s1600/IMG_8612.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SxK1d0QSu_I/AAAAAAAAAKk/OM2lWHrmwFM/s400/IMG_8612.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409585626273201138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikian salah satu hasil dari Workshop “Optimalisasi Peran dan Strategi Nasional Indonesia dalam Keanggotaan pada Organisasi Pangan PBB (FAO, IFAD, dan WFP)” yang berlangsung di Deptan, Jakarta, 3 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiprah SDM Indonesia yang berkualitas di organisasi Internasional seperti FAO, IFAD, dan WFP ini misalnya diharapkan akan memberikan manfaat yang lebih besar tidak saja bagi peran Indonesia di dunia Internasional, tetapi juga bagi kepentingan pembangunan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang paling sedikit SDM-nya yang bekerja di organisasi Internasional khususnya organisasi di bawah naungan PBB. Sebagai contoh misalnya di FAO dengan berdasarkan kepada skala kontribusi iuran, jumlah penduduk, dan faktor anggota, Indonesia mendapat kesempatan untuk menempatkan SDMnya dalam jumlah antara 4 – 7 orang staf, tetapi pada kenyataannya saat sekarang hanya 1 orang Indonesia saja yang tercatat sebagai staf profesional di FAO ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor yang dinilai menjadi penyebab hal ini selain soal kemampuan bahasa adalah sistem kepegawaian khususnya bagi PNS yang cenderung kurang mendukung kemungkinan PNS dalam kurun waktu yang memadai berkiprah di luar PNS tanpa status PNS nya hilang. Dengan semakin  banyaknya SDM berkualitas Indonesia sekarang yang terkadang kemampuannya belum maksimal termanfaatkan di dalam negeri, maka sudah selayaknya persoalan ini menjadi salah satu perhatian bagi pemerintah apalagi di era globalisasi sekarang ini dan saatnya orang Indonesia lebih banyak lagi tampil di forum dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokakarya ini menampilkan pembicara utama Mohamad Oemar, Dubes Indonesia untuk Italia dan sekaligus Wakil Tetap Indonesia untuk organisasi FAO, IFAD, WFP yang merupakan organisasi utama dunia di bawah naungan PBB. Dalam paparannya Dubes Oemar menekankan bahwa bantuan organisasi Internasional seperti yang bermarkas di Roma ini hendaknya dilihat tidak saja dari aspek besarnya bantuan tetapi yang lebih penting lagi adalah sejauh mana bantuan yang diberikan memberikan manfaat lebih maksimal bagi Indonesia, oleh karena itu lokakarya ini menjadi sangat penting dalam merumuskan strategi Indonesia ke depan terkait dengan kiprah Indonesia di organisasi Internasional khususnya yang berbasis di Roma.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selanjutnya Dubes juga mengingatkan bahwa Indonesia ke depan di mata dunia akan dilihat tidak lagi hanya sebagai negara yang membutuhkan bantuan tetapi akan diminta menjadi salah satu negara yang memberikan bantuannya khususnya dalam bidang ketahanan pangan dunia. Dalam konteks ini menurut Dubes Roma SDM Indonesia menjadi sangat penting perannya untuk berkiprah di organisasi pangan dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Dubes Roma, lokakarya ini juga menampilkan pembicara dari utusan departemen terkait dengan organisasi pangan dunia seperti Deptan, Dephut, Bappenas, Menkokesra, dan Dr. Memed Gunawan, mantan Sekjen Deptan yang baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai Country Representative FAO untuk negara Lesotho. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber berita: Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-3717559404430948448?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/3717559404430948448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=3717559404430948448&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3717559404430948448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3717559404430948448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/11/perlunya-kiprah-expert-indonesia.html' title='PERLUNYA KIPRAH EXPERT INDONESIA'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SxK1d0QSu_I/AAAAAAAAAKk/OM2lWHrmwFM/s72-c/IMG_8612.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-2105611179568525420</id><published>2009-10-26T22:50:00.003+01:00</published><updated>2009-10-27T10:25:09.279+01:00</updated><title type='text'>Surprise: tidak tahu Indonesia penghasil kakao ke tiga terbesar di dunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/Sua5JkfViRI/AAAAAAAAAJk/L2XkHPYMbz0/s1600-h/coklat+seberat+100+kg+untuk++dipahat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397204777515190546" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/Sua5JkfViRI/AAAAAAAAAJk/L2XkHPYMbz0/s400/coklat+seberat+100+kg+untuk++dipahat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SuYamBQVdZI/AAAAAAAAAJc/kUp5MLWH04w/s1600-h/IMG_8566%5B1%5D.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397030443924419986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SuYamBQVdZI/AAAAAAAAAJc/kUp5MLWH04w/s400/IMG_8566%5B1%5D.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pameran Eurochocolate 2009 telah berakhir tanggal 25 Oktober 2009 kemarin. Walaupun di hari terakhir, pengunjung tetap membludak seperti layaknya hari lain khususnya di akhir pekan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang menjadi tamu khusus pada pameran kali ini juga mendapat banyak pengunjung. Indonesia menampilkan berbagai produk terkait dengan kakao dan coklat termasuk juga keindahan seni, budaya, dan makanannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kesan yang didapat dari pengunjung yang ditemui saat berkunjung ke paviliun Indonesia didapat bahwa sebagian besar pengunjung tidak mengetahui bahwa Indonesia adalah salah satu penghasil kakao terbesar di dunia. Mereka tahunya selama ini bahan baku coklat ini berasal dari daratan amerika latin atau afrika. Setelah dijelaskan bahwa Indonesia bahkan menjadi penghasil kakao terbesar ke tiga di dunia, banyak yang surprise tentang hal ini, sehingga meningkatkan keingintahuan mereka dengan menanyakan banyak hal termasuk meminta brosur yang disediakan di paviliun. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Partisipasi Indonesia sebagai negara tamu utama dalam pameran Eurochocolate 2009 ini akan memberikan informasi yang luas tentang potensi kakao Indonesia mengingat coverage berita dari Eurochocolate yang sangat luas di Eropa khususnya di Italia serta banyaknya jumlah pengunjung selama pameran. Untuk selanjutnya diharapkan akan mendorong keinginan pengguna bahan baku coklat Italia dan Eropa untuk membeli kakao Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik perhatian pengunjung di stand Indonesia adalah adanya biji kakao segar yang kulitnya dibuka sehingga pengunjung dapat melihat dan meraba isi kakao secara langsung, disamping juga bibit tanaman kakao di dalam botol yang diperbanyak secara kultur jaringan merupakan daya tarik tersendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi Eurochocolate kali ini berlangsung tanggal 16 sampai tanggal 25 Oktober 2009 dengan memamerkan berbagai macam produk yang terkait coklat, dalam bentuk kreasi seni dan bentuk coklat seperti: coklat batere, bentuk laptop, bentuk penggaris, boneka, dll. Tidak ketinggalan Indonesiapun menjual berbagai produk coklatnya dengan berbagai seni dan kreasi al. gambar berbagai pelaku wayang yang merupakan produk coklat dari Dyarra chocolate’n cookies Jogjakarta. Selain itu dijual juga berbagai jenis coklat dari Monggo, Dulibon, Ceres, dan PT. Bumi Tangerang.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-2105611179568525420?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/2105611179568525420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=2105611179568525420&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/2105611179568525420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/2105611179568525420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/10/surprise-tidak-tahu-indonesia-penghasil.html' title='Surprise: tidak tahu Indonesia penghasil kakao ke tiga terbesar di dunia'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/Sua5JkfViRI/AAAAAAAAAJk/L2XkHPYMbz0/s72-c/coklat+seberat+100+kg+untuk++dipahat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-3401410568536656974</id><published>2009-10-23T17:12:00.004+02:00</published><updated>2009-10-23T18:13:25.846+02:00</updated><title type='text'>PTPN XII Jajaki Mendirikan Industri Hilir Kakao</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SuHJyGHG7vI/AAAAAAAAAJM/LtEzIzGnCjo/s1600-h/CIMG4707.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SuHJyGHG7vI/AAAAAAAAAJM/LtEzIzGnCjo/s400/CIMG4707.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395815691037634290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:hyphenationzone&gt;14&lt;/w:HyphenationZone&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IT&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:1;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:EN-US;  mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:70.85pt 2.0cm 2.0cm 2.0cm;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Di sela acara Pameran Internasional Eurochocolate 2009 di Perugia yang sedang berlangsung, Direktur Utama &lt;a href="http://www.ptpn12.com/"&gt;PTPN XII&lt;/a&gt; Surabaya Bpk. Nurhidayat didampingi oleh Direktur Pemasaran Bpk. Sugeng B. Raharjo dan Anggota Komisaris Bpk. Syukur Iwantoro serta Atase Pertanian KBRI Roma Dr. Erizal Sodikin melakukan kunjungan ke &lt;a href="http://www.vannuccichocolates.com/en/en_home.htm"&gt;perusahaan coklat Vannucci &lt;/a&gt;yang terletak di kota kecil Pantalla 35 km dari kota Perugia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kunjungan yang dilakukan tanggal 21 Oktober 2009 ini diterima langsung oleh Mr. Zamporlini pemilik perusahaan. Dalam pertemuan dan diskusi setelah melihat proses pembuatan coklat, Mr. Zamporlini menjelaskan tentang profil perusahaan yang merupakan perusahaan dalam kategori UKM untuk standar Italia. Perusahaan ini menghasilkan 160 berbagai jenis coklat dengan biaya investasi sebesar sekitar 12 juta Euro. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Melihat dan mendapatkan informasi soal ini, &lt;a href="http://www.ptpn12.com/"&gt;PTPN XII&lt;/a&gt; yang mendapat amanah untuk menggarap industri hilir kakao, tertarik untuk melakukan penjajakan dan pembicaraan lebih lanjut soal ini. Dalam pandangan Dirut PTPN XII skala perusahaan seperti Vannucci ini relatif tepat untuk dikembangkan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mengingat dalam beberapa proses pembuatan coklat masih banyak menggunakan tenaga manusia alias padat karya. Disamping biaya investasi yang relatif masih memungkinkan dijangkau. Adanya industri hilir kakao diharapkan akan menambah daya serap pasar kakao dalam negeri dan juga meningkatkan konsumsi per orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; terhadap coklat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pimpinan &lt;a href="http://www.ptpn12.com/"&gt;PTPN XII&lt;/a&gt; dalam kunjungannya ke Italia ini juga akan melakukan pembicaraan dengan beberapa pembeli potensial di Napoli tanggal 22 Oktober dan tanggal 23 Oktober akan mengunjungi pameran Salone del’industria del Benessere e dell’Estetica di Milan yang sekaligus ketemu dengan Mr. Vincenso Sandalj, EO perusahaan importir kopi &lt;a href="http://www.sandalj.com/"&gt;Sandalj Trading Company Trieste&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-3401410568536656974?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/3401410568536656974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=3401410568536656974&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3401410568536656974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3401410568536656974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/10/ptpn-12-jajaki-mendirikan-industri.html' title='PTPN XII Jajaki Mendirikan Industri Hilir Kakao'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SuHJyGHG7vI/AAAAAAAAAJM/LtEzIzGnCjo/s72-c/CIMG4707.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-7803991304470211168</id><published>2009-10-10T10:05:00.002+02:00</published><updated>2009-10-10T10:24:52.500+02:00</updated><title type='text'>Kakao Indonesia Punya Kualitas Tersendiri</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/StBEBCfnR3I/AAAAAAAAAI8/Ab7u6li-6Dw/s1600-h/p+Yuwono.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390883538602510194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/StBEBCfnR3I/AAAAAAAAAI8/Ab7u6li-6Dw/s400/p+Yuwono.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan oleh Bapak Yuwono A. Putranto, DCM KBRI Roma dalam salah satu pernyataannya di konferensi pers tanggal 9 Oktober Jum’at kemarin yang diadakan oleh panitia penyelenggara Eurochocolate 2009 di Perugia Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dijelaskan bahwa keunggulan yang dipunyai kakao Indonesia adalah titik leleh bubuk coklatnya yang tinggi yang dapat mencapai 33 derajat C.&lt;br /&gt;Selain menjelaskan keunggulan bahan baku coklat dari Indonesia, Pak DCM juga menjelaskan tentang kakao Indonesia sehingga Indonesia memutuskan untuk berpartisipasi dan menjadi Negara Tamu Khusus dalam Eurochocolate ini. Beberapa informasi terkait peranan kakao Indonesia antara lain Indonesia merupakan negara penghasil terbesar ke 3 kakao dunia atau setara sekitar 15 % dari kakao dunia, pentingnya peranan kakao bagi perekonomian Indonesia khususnya bagi petani dan pedesaan, adanya komitmen pemerintah untuk melakukan perbaikan kakao melalui gerakan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi, konferensi pers ini diadakan 1 minggu sebelum pelaksanaan pameran Internasional Eurochocolate 2009 yang akan dimulai tanggal 16 Oktober yang akan datang. Dalam konferensi pers yang dipandu oleh Mr. Bruno Fringuelli, Direktur Jendral Eurochoclate ini selain Indonesia berbicara juga utusan pemerintah Italia khususnya propinsi Umbria dan kota Perugia, LSM Fair Trade, pihak sponsor utama produsen mobil Skoda dan 5 pemibaca lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain aspek kakao dan coklat, Indonesia akan menampilkan juga pertunjukan seni tanggal 18 Oktober 2009 yang akan datang di depan Palazzo di Priori yang terletak di pusat kota Perugia, demikian diinfokan lebih lanjut oleh Pak Yuwono.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-7803991304470211168?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/7803991304470211168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=7803991304470211168&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/7803991304470211168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/7803991304470211168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/10/kakao-indonesia-punya-kualitas.html' title='Kakao Indonesia Punya Kualitas Tersendiri'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/StBEBCfnR3I/AAAAAAAAAI8/Ab7u6li-6Dw/s72-c/p+Yuwono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-4953121312873364380</id><published>2009-10-07T22:21:00.003+02:00</published><updated>2009-10-09T14:22:55.981+02:00</updated><title type='text'>Indonesia jadi Tamu Khusus Eurochocolate 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/Ssz-GbKR3BI/AAAAAAAAAI0/vakP7W_Y4ic/s1600-h/eurochocolate-logo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; width: 300px; float: left; height: 300px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389962240379182098" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/Ssz-GbKR3BI/AAAAAAAAAI0/vakP7W_Y4ic/s400/eurochocolate-logo.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:hyphenationzone&gt;14&lt;/w:HyphenationZone&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IT&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:EN-US;  mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:70.85pt 2.0cm 2.0cm 2.0cm;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="ES"&gt;Tanggal 16 – 25 Oktober 2009 yang akan datang akan diselenggarakan kembali pameran Internasional tentang coklat yang lebih dikenal dengan nama “Eurochocolate”. Pameran ini merupakan salah satu pameran tentang coklat terbesar di Dunia yang akan diadakan di kota Perugia, Ibukota Propinsi Umbria, Italia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Untuk Eurochocolate 2009 kali ini, Indonesia akan menjadi tamu khusus untuk menampilkan segala sesuatunya yang terkait dengan coklat, mulai dari hulu sampai ke hilirnya, termasuk juga keindahan seni dan budaya Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Segala persiapan untuk memaksimalkan tampilan Indonesia sedang dilakukan baik oleh Departemen Pertanian melalui Direktorat Pemasaran Internasional P2HP Deptan, maupun oleh KBRI Roma.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mengawali partisipasi Indonesia itu, panitia Eurochocolate akan mengadakan konferensi pers tanggal 9 Oktober dengan menampilkan beberapa pembicara wakil dari pemerintah Italia, pihak sponsor, organisasi kakao dunia serta Indonesia sendiri yang akan diwakili oleh Wakil Duta Besar RI Roma Bapak Yuwono A. Putranto.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sampai saat ini sudah terdaftar 26 delegasi dari Indonesia yang akan berpartisipasi dan menghadiri acara pameran. Delegasi Indonesia terdiri dari wakil dunia usaha kakao dan coklat (swasta maupun BUMN), unsur pemerintah pusat maupun daerah, Lembaga Penelitian, BKPM dll.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Beberapa kegiatan yang akan dilakukan Indonesia selama pameran berlangsung selain memamerkan produk kakao dan menjual produk coklat, Indonesia juga akan menampilkan seni tari, mengadakan pertemuan bisnis, menjadi pembicara dalam seminar, dan mengadakan kunjungan ke beberapa perusahaan coklat di Italia, menyajikan makanan khas Indonesia berbasis coklat pada acara Gala Dinner.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagai informasi pada kegiatan Eurochocolate tahun 2008, jumlah pengunjung mencapai 1 juta, menghabiskan 190 ton coklat, dan diikuti 130 perusahaan yang berasal dari berbagai perusahaan coklat terkenal di dunia. Untuk tahun ini target pengunjung diharapkan sama dengan tahun yang lalu bahkan lebih, dan sampai saat sekarang sudah terdaftar 150 perusahaan penghasil coklat. Selain itu 5 negara di luar negara Eropa yaitu, Ghana, Pantai Gading, Meksiko, Brazil, Ekuador juga akan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Untuk mengetahui apa itu Eurochcolate dapat dilihat di websitenya: www.eurochocolate.com.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-4953121312873364380?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/4953121312873364380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=4953121312873364380&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/4953121312873364380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/4953121312873364380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/10/indonesia-jadi-tamu-khusus.html' title='Indonesia jadi Tamu Khusus Eurochocolate 2009'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/Ssz-GbKR3BI/AAAAAAAAAI0/vakP7W_Y4ic/s72-c/eurochocolate-logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-6816446948128398986</id><published>2009-10-07T22:04:00.003+02:00</published><updated>2009-10-09T14:28:24.806+02:00</updated><title type='text'>PRODUK PERTANIAN INDONESIA DAN RUSIA SALING MELENGKAPI</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/Ssz1ulLhHeI/AAAAAAAAAIs/iri8hXJ1nqQ/s1600-h/CIMG4074.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; width: 400px; float: left; height: 300px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389953034658848226" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/Ssz1ulLhHeI/AAAAAAAAAIs/iri8hXJ1nqQ/s400/CIMG4074.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:hyphenationzone&gt;14&lt;/w:HyphenationZone&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IT&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:EN-US;  mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:70.85pt 2.0cm 2.0cm 2.0cm;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Demikian dikatakan Menteri Pertanian RI Dr. Anton Apriyantono dalam kata pengantarnya di pertemuan antara pengusaha pertanian Indonesia dengan pengusaha pertanian Rusia di kantor Kadin Rusia di Moskow Senin sore tanggal 28 September 2009 kemarin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Mentan memberikan contoh Rusia yang membutuhkan produk pertanian yang merupakan andalan Indonesia seperti Teh, Kopi, Kakao, Minyak Sawit, Karet, rempah, buah tropis dll, sementara Indonesia membutuhkan produk andalan Rusia seperti terigu (gandum), bahan baku pupuk, mesin-mesin pertanian, teknologi pertanian dll. Jika potensi ke dua negara ini dapat saling dipadukan, maka sangat mungkin di masa mendatang hubungan dagang Indonesia dengan Rusia di sektor pertanian akan jauh meningkat dari yang sudah berjalan sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sebagai informasi, tahun 2008 total ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Rusia mencapai nilai 105,4 juta USD yang sebagian besar didominasi oleh komoditas perkebunan seperti CPO, teh, kopi, tembakau, karet. Sementara total impor Indonesia dari Rusia di tahun yang sama mencapai 23,064 juta USD yang didominasi oleh komoditas gandum dan gula. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pertemuan pengusaha Indonesia dan Rusia ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka kunjungan kerja Mentan ke Rusia dan sebelumnya ke Polandia. Dalam pertemuan ini pengusaha Indonesia terdiri dari unsur pengusaha minyak sawit, dan pengusaha pupuk, sementara dari pihak Rusia selain terkait dengan dua komoditi tersebut (minyak sawit dan pupuk), juga pengusaha gandum dan beberapa pengusaha terkait teh dan kakao.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lebih lanjut Mentan menerangkan bahwa hubungan dagang khususnya terhadap produk pertanian Indonsia ke Rusia banyak dilakukan melalui pihak/negara ke tiga, untuk itu pertemuan ini diharapkan dapat memutus jalur ini sehingga perdagangan ke dua negara menjadi lebih pendek dan pada akhirnya diharapkan akan lebih menguntungkan ke dua belah pihak, demikian ditegaskan Dr. Anton Apriyantono.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dalam pertemuan ini telah dilakukan juga pertemuan B to B antara pengusaha pertanian ke dua negara yang menghasilkan beberapa komitmen untuk ditindak lanjuti dalam pembicaraan lebih teknis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-6816446948128398986?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/6816446948128398986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=6816446948128398986&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/6816446948128398986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/6816446948128398986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/10/produk-pertanian-indonesia-dan-rusia_07.html' title='PRODUK PERTANIAN INDONESIA DAN RUSIA SALING MELENGKAPI'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/Ssz1ulLhHeI/AAAAAAAAAIs/iri8hXJ1nqQ/s72-c/CIMG4074.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-519994946678398503</id><published>2009-10-07T21:44:00.002+02:00</published><updated>2009-10-07T21:51:54.549+02:00</updated><title type='text'>INDONESIA DAN RUSIA AKAN TANDA TANGANI NOTA KESEPAHAMAN BIDANG PERTANIAN</title><content type='html'>Kesepakatan ini merupakan salah satu hasil penting dari pertemuan antara Menteri pertanian Indonesia Dr. Anton Apriyantono dengan menteri pertanian Rusia Ms. Elena B. Skrynnik yang dilaksanakan tanggal 28 September 2009 Senin yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan yang didampingi oleh Duta Besar RI untuk Rusia Bpk. Dr. Hamid Awaludin ini disepakati juga bahwa MoU direncanakan akan ditandatangani paling lambat pada pertemuan joint comission ke 6 Indonesia – Rusia yang akan dilaksanakan pada 18 – 20 Oktober 2009 di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan ini merupakan suatu langkah maju yang ditunjukkan oleh pemerintah Rusia dan hal yang sangat menggembirakan Indonesia mengingat selama ini ada kesan pemerintah Rusia kurang begitu antusias untuk menindak-lanjuti pembentukan MoU kerjasama di bidang pertanian dengan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Menteri Pertanian Indonesia maupun Dubes KBRI Moskow tidak menduga keputusan Menteri Pertanian Rusia ini yang bahkan mendesak agar Nota Kesepahaman ini sesegera mungkin dapat ditanda tangani. Terkait dengan hal ini maka KBRI Moskow bekerjasama dengan Deptan langsung mempersiapkan draft MoU yang segera dikonsultasikan ke pihak Rusia maupun pihak terkait di Indonesia, sehingga MoU dapat selesai sesuai dengan target yang sudah dicanangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu poin yang diharapkan akan masuk dalam nota kesepahaman ini adalah kemungkinan pengiriman SDM Indonesia untuk mengikuti training, penelitian, dan pendidikan lanjutan di Rusia, serta kemungkinan melakukan perdagangan timbal balik komoditas gandum dan mesin pertanian Rusia dengan CPO.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-519994946678398503?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/519994946678398503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=519994946678398503&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/519994946678398503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/519994946678398503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/10/indonesia-dan-rusia-akan-tanda-tangani.html' title='INDONESIA DAN RUSIA AKAN TANDA TANGANI NOTA KESEPAHAMAN BIDANG PERTANIAN'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-6696807376063736688</id><published>2009-08-20T10:07:00.000+02:00</published><updated>2009-08-20T10:08:07.735+02:00</updated><title type='text'>Gulma Musuh Nomor Wahid bagi Petani</title><content type='html'>Demikian pesan yang disampaikan FAO dalam siaran berita yang dikeluarkannya baru-baru ini. “Proses kerugian yang diakibatkan Gulma memang tidak se spektakuler dan se dramatis kerugian diakibatkan oleh pengganggu tanaman lainnya seperti hama dan penyakit lain seperti flu babi, tetapi secara total kerugian yang ditimbulkan Gulma jauh lebih besar” kata Mr. Ricardo Labrada-Romero ahli Gulma nya FAO. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut ahli gulma yang berasal dari Kuba ini mengemukakan satu contoh Gulma Broomrape (Orobanche spp), spesies gulma agresif yang menyerang tanaman kacang2an dan sayuran, dapat menggagalkan panen secara total dan menyebabkan tanah menjadi tidak subur dalam waktu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sekarang menurut Land Care dari Selandia Baru yang merupakan salah satu organisasi penelitian lingkungan hidup terkemuka, kerugian yang diakibatkan oleh Gulma di seluruh dunia mencapai 95 Miliar US $ per tahun, sementara kerugian yang disebabkan oleh jasad pengganggu lainnya lebih rendah. Sebagai contoh kerugian akibat patogen (penyakit) mencapai 85 miliar US $, akibat insekta mencapai 46 Miliar US $, sedangkan kerugian yang disebabkan oleh hewan vertebrata lebih kecil lagi yaitu hanya 2,4 Miliar US $.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian yang mencapai 95 Miliar US $ itu jika dikonversikan berdasarkan harga sekarang setara dengan 360 juta ton gandum atau separuh lebih dari perkiraan produksi gandum dunia  tahun 2009. Dan dari 95 Miliar US $ itu sebagian besar atau sekitar 70 Miliar US $ diduga kerugian yang terjadi di negara berkembang, akibat pengelolaan gulma yang kurang tepat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-6696807376063736688?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/6696807376063736688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=6696807376063736688&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/6696807376063736688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/6696807376063736688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/08/gulma-musuh-nomor-wahid-bagi-petani.html' title='Gulma Musuh Nomor Wahid bagi Petani'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-3725709837111605965</id><published>2009-08-20T10:03:00.001+02:00</published><updated>2009-10-23T18:18:01.075+02:00</updated><title type='text'>INDONESIA PERSIAPKAN DIRI  JADI TUAN RUMAH 4th GB-ITPGRFA TAHUN 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SuHW9JL080I/AAAAAAAAAJU/BY8NUTka4Jw/s1600-h/Oktober+2009+004.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SuHW9JL080I/AAAAAAAAAJU/BY8NUTka4Jw/s400/Oktober+2009+004.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395830174492455746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:hyphenationzone&gt;14&lt;/w:HyphenationZone&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IT&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Hyperlink"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:EN-US;  mso-fareast-language:EN-US;} a:link, span.MsoHyperlink  {mso-style-unhide:no;  color:blue;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed  {mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  color:purple;  mso-themecolor:followedhyperlink;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:70.85pt 2.0cm 2.0cm 2.0cm;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebagai tindak lanjut dari hasil keputusan yang diambil pada pertemuan ke 3 &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Governing Body&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; dari &lt;i style=""&gt;International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (GB-ITPGRFA)&lt;/i&gt; di kota Tunis, Tunisia, bulan Juni yang lalu, maka Indonesia mulai mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan ke 4 GB ITPGRFA yang akan diadakan pada tahun 2011.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Terkait dengan hal tersebut, maka Kepala Sekretariat ITPGRFA Dr. Shakeel Bhatti direncanakan akan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian dan Kepala Badan Litbang Deptan pada tanggal 20 &amp;amp; 21 Agustus 2009 di Jakarta. Kunjungan Dr. Bhatti ini diharapkan akan memberikan berbagai informasi tidak saja terkait dengan teknis pelaksanaan pertemuan ke 4 GB nanti, tetapi juga berbagai informasi lain kepada Pemerintah RI terkait implementasi Traktat sumber gen tanaman yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Sebagai informasi, Traktat Gen Tumbuhan yang mulai berlaku sejak Juni tahun 2004 ini merupakan suatu perjanjian internasional menjadi acuan dunia dalam mengatur penggunaan gen tumbuhan dunia, dan keputusannya bersifat mengikat secara hukum. Saat sekarang negara yang sudah meratifikasi Traktat ini (red. &lt;i style=""&gt;Contracting Parties&lt;/i&gt;) berjumlah 120 negara, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sebagai negara pihak pada Traktat dan pemilik sumber keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, Indonesia diharapkan tidak saja memperoleh manfaat dari sisi sebagai tuan rumah, tetapi di masa mendatang lebih penting lagi adalah akses teknologi dan manfaat komersial dari data sumber genetik yang diciptakan oleh mekanisme &lt;i style=""&gt;benefit-sharing&lt;/i&gt; ITPGRFA yang terlindungi oleh payung hukum Internasional yang solid, termasuk perlindungan terhadap pengetahuan tradisional dari petani dalam mengelola tanamannya..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Melalui empat pilar utama dari mekanisme ini, yaitu: &lt;i style=""&gt;exchange information, access to and transfer of technology, capacity building&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;sharing of any commercial benefits&lt;/i&gt; telah terbukti dan diharapkan dapat mencegah dampak negatif dari pertukaran data genetik yang merugikan kebanyakan negara berkembang sebagaimana terjadi pada sektor lain di beberapa badan internasional. Peluang untuk memanfaatkan kesempatan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat menjadikan sektor Pertanian Indonesia menjadi unggulan tidak hanya ditingkat kawasan tetapi juga di tingkat global.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada pertemuan di tahun 2011 tersebut juga diharapkan dapat disepakati target dan strategi pendanaan sebesar 116 juta US $ untuk implementasi Traktat di lapangan, khususnya di negara berkembang. Dana tersebut ditargetkan untuk kurun waktu 5 tahun dari tahun 2009 sampai 2014, dan akan selalu dievaluasi dalam setiap pertemuan Governing Body yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagi berbagai pihak yang berkecimpung dalam pengembangan sumber daya gen tanaman/tumbuhan Indonesia yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Traktat Sumber Daya Gen Tumbuhan dan berbagai hal terkait lainnya, dapat mengakses di:&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;span lang="ES"&gt;&lt;a href="http://www.planttreaty.org/"&gt;http://www.planttreaty.org/&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-3725709837111605965?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/3725709837111605965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=3725709837111605965&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3725709837111605965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3725709837111605965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/08/indonesia-persiapkan-diri-jadi-tuan.html' title='INDONESIA PERSIAPKAN DIRI  JADI TUAN RUMAH 4th GB-ITPGRFA TAHUN 2011'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SuHW9JL080I/AAAAAAAAAJU/BY8NUTka4Jw/s72-c/Oktober+2009+004.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-1119013259725340835</id><published>2009-08-02T13:43:00.000+02:00</published><updated>2009-08-02T13:45:51.835+02:00</updated><title type='text'>20 miliar US $ untuk ketahanan pangan global</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pertemuan KTT G-8 plus telah berlangsung tanggal 8-9 Juli 2009 di L’Aquila, Italia yang dihadiri oleh para pemimpin dari 28 negara dan 11 organisasi internasional. Salah satu hasil dari pertemuan yang membahas isu perdagangan global, energi, perubahan iklim dan ketahanan pangan ini adalah disepakatinya oleh para pemimpin dunia ini untuk memobilisasi dana sebesar paling sedikit USD 20 Milyar selama 3 tahun ke depan untuk mencapai tujuan ketahanan pangan global. Keputusan ini lebih tinggi 5 miliar US $ dari target seperti yang tercantum dalam draft joint statement sebelumnya. Dari target komitmen tersebut, terindikasi bahwa Jepang akan memberikan dana USD 4 milliar, AS USD 3,5 miliar, sedangkan sisanya akan dipenuhi oleh Kanada, Uni Eropa, serta negara lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan pertanian berkelanjutan dengan tetap memberikan jaminan kepastian terhadap bantuan pangan khususnya dalam kondisi darurat. Hasil lain yang juga dikemukakan dalam L’Aquila Food Security Initiative (AFSI) adalah perlunya penerapan strategi komprehensif guna membantu negara berkembang dalam aspek ketahanan pangan dengan fokus yang lebih diarahkan kepada peningkatan penguatan kapasitas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi, saat sekarang menurut perkiraan FAO jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan mencapai 1,02 miliar. Kondisi ini terutama terjadi di kawasan Afrika dan juga wilayah Asia Selatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan elemen perdagangan produk pangan, peserta menilai bahwa efisiensi dan keterbukaan pasar mempunyai peranan penting dalam memperkuat ketahanan pangan. Untuk itu diharapkan strategi ketahanan pangan nasional dan kebijakan kawasan perlu mempromosikan keterlibatan petani khususnya petani kecil dan perempuan dalam pasar global, regional, domestik, dan lokal; menolak proteksionisme dan mencegah serta memonitor tindakan atau pembatasan yang mengganggu kestabilan harga komoditi pangan dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada KTT ini, Indonesia telah diundang untuk berpartisipasi pada pertemuan dalam kerangka Major Economies Forum (MEF) yang terbagi menjadi 3 (tiga) sesi yaitu Perdagangan, Energi dan Lingkungan Hidup serta Ketahanan Pangan. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Perdagangan, dan Menteri Negara Lingkungan Hidup selaku utusan khusus Presiden RI, dengan anggota-anggota unsur KBRI Roma, PTRI Jenewa, Deplu dan KLH.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-1119013259725340835?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/1119013259725340835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=1119013259725340835&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/1119013259725340835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/1119013259725340835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/08/20-miliar-us-untuk-ketahanan-pangan.html' title='20 miliar US $ untuk ketahanan pangan global'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-8415434842398520944</id><published>2009-08-02T13:41:00.002+02:00</published><updated>2009-08-02T13:43:22.340+02:00</updated><title type='text'>MENYEDIHKAN, 1,02 MILYAR PENDUDUK DUNIA LAPAR TAHUN 2009</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perkiraan jumlah penduduk lapar dunia tahun 2009 tersebut dikeluarkan FAO pada pekan ini dengan mendasarkan kepada analisa yang dikemukakan oleh U.S. Department of Agriculture (USDA) dan Economic Research Service (ERS) yang melakukan studi tentang pengaruh krisis ekonomi global tahun 2009 terhadap persentasi jumlah penduduk yang kelaparan di berbagai wilayah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya untuk tahun 2008 FAO memperkirakan jumlah penduduk lapar dunia mencapai 963 juta jiwa tetapi di luar perkiraan ternyata suplai pangan global membaik, sehingga perkiraan ini dikoreksi menjadi 915 juta jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Data yang dikemukakan FAO, menunjukkan bahwa pada kurun waktu 1995 – 1997 terdapat 825 juta jumlah penduduk dunia lapar, tahun 2000 – 2002 jumlah ini mengalami peningkatan menjadi 857 juta jiwa, sementara kurun waktu 2004 – 2006 jumlah ini meningkat lagi menjadi 873 juta jiwa. Dari data ini maka tentu saja salah satu target dari Millenium Development Goal (yang lebih dikenal dengan MDG’s) yang akan mengurangi separuh jumlah penduduk lapar dunia tahun 2015 akan sangat sulit dicapai bahkan dapat dikatakan mustahil tercapai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adanya fenomena jumlah penduduk lapar yang justru terus meningkat, menyebabkan ketahanan pangan (food security) menjadi tema sentral yang dibicarakan dan didiskusikan oleh komunitas dunia baik negara, Organisasi Internasional, maupun institusi perbankan serta LSM dll, termasuk juga akan menjadi salah satu thema utama yang akan dibahas dalam pertemuan G8 di L’Aquila Italia bulan Juli ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;FAO sendiri sejak tahun 1974 telah membentuk komite yang khusus menangani soal pangan ini yang disebut dengan Committee on Food Security disingkat CFS. Dengan adanya kenyataan semakin bertambahnya jumlah penduduk dunia yang lapar, maka saat sekarang keberadaan CFS dikaji ulang dan didiskusikan secara intensif oleh anggota FAO untuk memformulasikan kembali peranan dan strategi baru CFS. Harapannya pada pertemuan CFS ke 35 pertengahan Oktober 2009 nanti akan dihasilkan CFS yang lebih berperan dan berdaya guna menciptakan ketahanan pangan di seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-8415434842398520944?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/8415434842398520944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=8415434842398520944&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8415434842398520944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8415434842398520944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/08/menyedihkan-102-milyar-penduduk-dunia.html' title='MENYEDIHKAN, 1,02 MILYAR PENDUDUK DUNIA LAPAR TAHUN 2009'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-5779534810249588915</id><published>2009-08-02T13:36:00.000+02:00</published><updated>2009-08-02T13:38:39.150+02:00</updated><title type='text'>INDONESIA JADI TUAN RUMAH 4th GB-ITPGRFA TAHUN 2011</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Keputusan ditetapkannya Indonesia menjadi tuan rumah 4th Governing Body dari International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (GB-ITPGRFA) ini diambil secara aklamasi dalam pertemuan ke 3 GB Traktat Gen Tumbuhan tersebut yang berakhir pada tanggal 5 Juni 2009 yang lalu di kota Tunis, Tunisia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi Traktat Gen Tumbuhan yang mulai diberlakukan Juni tahun 2004 ini merupakan suatu perjanjian yang sangat penting yang menjadi acuan dunia dalam mengatur pemakaian gen tumbuhan dunia, dan keputusannya bersifat mengikat secara hukum. Saat sekarang negara yang sudah meratifikasi Traktat ini (disebut Contracting Parties) berjumlah 120 negara termasuk Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan ditetapkannya Indonesia sebagai tuan rumah bagi pertemuan tertinggi organisasi ini, akan memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk memperhatikan keanekaragaman sumber daya gen dalam negerinya. Seperti diketahui bahwa Indonesia merupakan negara no 2 terbesar biodiversitasnya setelah Brazil, sehingga Indonesia masuk dalam negara yang disebut Country of Megadiversity.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui bahwa pertemuan ke 3 Badan Pengatur dari Traktat Internasional tentang Gen Tumbuhan untuk Pangan dan Pertanian ini dilaksanakan dari tanggal 1 - 5 Juni 2009 di Tunis, Ibukota Tunisia yang diikuti oleh utusan dari 120 negara anggota termasuk Indonesia dan beberapa negara lain yang bertindak sebagai pengamat seperti, Amerika, Thailand, Jepang serta organisasi non pemerintah dan petani. Delegasi Indonesia dalam pertemuan diwakili oleh unsur Badan Litbang Pertanian dan KBRI Roma dengan diketuai oleh Sekretaris Badan Litbang Deptan, Bapak Dr. Haryono. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan ini ditetapkannya juga target dana sebesar 116 juta US $ untuk implementasi Traktat di lapangan. Kesepakatan yang diambil melalui perdebatan yang panjang ini merupakan salah satu keputusan penting dari banyak keputusan lainnya. Dana sebesar ini ditargetkan untuk kurun waktu 5 tahun dari tahun 2009 sampai 2014, dan akan selalu dievaluasi dalam setiap pertemuan Governing Body yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Sesuai dengan pasal 18 ayat 3 dari isi Traktat, dana ini diperuntukkan bagi pelaksanaan program dan prioritas kegiatan khususnya di negara berkembang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dua keputusan penting ini merupakan kesempatan bagi para pihak di Indonesia yang terkait dengan sumber daya gen tumbuhan untuk lebih meningkatkan kiprahnya. Perhatian tentang pentingnya sumber daya gen ini selayaknya dijadikan salah satu prioritas pemerintah jika Indonesia ingin unggul dalam sektor pertanian dalam arti luas di masa mendatang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai negara ke 2 terbesar di dunia setelah Brazil dalam masalah keanekaragaman sumber daya gen dengan jumlah penduduk terbesar ke 4 di dunia, maka sudah selayaknya Indonesia mempunyai Gen Bank Nasional yang tidak saja digunakan untuk menyimpan sumber daya gen asli Indonesia, tetapi juga dapat digunakan sebagai “tabungan” gen dari negara lain bagi kepentingan bangsa Indonesia. Tunisia saja yang penduduknya hanya berjumlah sekitar 10 juta dengan diversitas keanekaragaman hayatinya yang rendah sudah mendirikan Gen Bank Nasional yang terintegrasi sejak tahun 2007. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi berbagai pihak yang berkecimpung dalam pengembangan sumber daya gen tanaman/tumbuhan Indonesia yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Traktat Sumber Daya Gen Tumbuhan dan berbagai hal terkait lainnya, dapat mengakses di: &lt;a href="http://www.planttreaty.org/"&gt;http://www.planttreaty.org/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-5779534810249588915?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/5779534810249588915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=5779534810249588915&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5779534810249588915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5779534810249588915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/08/indonesia-jadi-tuan-rumah-4th-gb.html' title='INDONESIA JADI TUAN RUMAH 4th GB-ITPGRFA TAHUN 2011'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-688654288156025464</id><published>2009-06-06T16:45:00.004+02:00</published><updated>2009-06-07T10:20:07.165+02:00</updated><title type='text'>116 Juta $ US untuk Pemanfaatan Genetik Tanaman</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/Sit4IMJw7HI/AAAAAAAAAIk/opWyVTt0nws/s1600-h/Tunisia0609+010.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344497464901692530" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/Sit4IMJw7HI/AAAAAAAAAIk/opWyVTt0nws/s400/Tunisia0609+010.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SiqFJPDRMwI/AAAAAAAAAIc/_Hiskp1UJOg/s1600-h/banner_en.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344230301534073602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 223px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SiqFJPDRMwI/AAAAAAAAAIc/_Hiskp1UJOg/s400/banner_en.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian kesepakatan yang dicapai pada pertemuan ke 3 dari Governing Body (GB) dari &lt;a href="http://www.planttreaty.org/"&gt;International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (ITPGRFA). &lt;/a&gt;Kesepakatan yang diambil melalui perdebatan yang panjang ini merupakan salah satu keputusan penting dari banyak keputusan lainnya. Dana sebesar ini ditargetkan untuk kurun waktu 5 tahun 2009 sampai 2014 yang akan selalu dievaluasi dalam setiap pertemuan Governing Body yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ke 3 Badan Pengatur dari Traktat Internasional tentang Gen Tumbuhan untuk Pangan dan Pertanian ini dilaksanakan dari tanggal 1 - 5 Juni 2009 di Tunis, Ibukota Tunisia yang diikuti oleh utusan dari 120 negara anggota termasuk Indonesia dan beberapa negara lain yang bertindak sebagai pengamat seperti, Amerika, Thailand, Jepang serta organisasi non pemerintah dan petani.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan pasal 18 ayat 3 dari isi Traktat, dana ini diperuntukkan bagi pelaksanaan program dan prioritas kegiatan khususnya di negara berkembang. Mengingat Indonesia adalah negara ke 2 terbesar di dunia setelah Brazil dalam keanekaragaman sumber daya gen, maka keputusan penting ini selayaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi Indonesia khususnya dalam membiayai kegiatan yang terkait dengan sumber daya gen tumbuhan Indonesi. Berbagai pihak yang berkecimpung dalam pengembangan sumber daya gen tanaman/tumbuhan Indonesia hendaknya secara proaktif mempelajari isi Traktat ini serta keputusan lainnya. Untuk mengetahui berbagai hal terkait dengan Traktat Genetik Tumbuhan ini dapat diakses di: http://www.planttreaty.org/texts_en.htm&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-688654288156025464?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/688654288156025464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=688654288156025464&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/688654288156025464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/688654288156025464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/06/116-juta-us-untuk-pemanfaatan-genetik.html' title='116 Juta $ US untuk Pemanfaatan Genetik Tanaman'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/Sit4IMJw7HI/AAAAAAAAAIk/opWyVTt0nws/s72-c/Tunisia0609+010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-2466955511542650143</id><published>2009-05-09T15:38:00.005+02:00</published><updated>2009-05-09T15:57:36.046+02:00</updated><title type='text'>Dubes RI Roma Menyerahkan Surat-surat Kepercayaan ke WFP</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SgWJ2A2n3VI/AAAAAAAAAIU/XBhGsUkr4Kk/s1600-h/DubesCredentialWFP+003.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333820894725266770" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SgWJ2A2n3VI/AAAAAAAAAIU/XBhGsUkr4Kk/s400/DubesCredentialWFP+003.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanggal 7 Mei 2009 bertempat di kantor pusat WFP di Roma, Duta Besar RI Roma sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia untuk WFP, telah menyerahkan Surat-Surat Kepercayaan kepada Direktur Eksekutif World Food Program (WFP), Josette Sheeran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dubes mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi dari pemerintah Indonesia kepada WFP atas segala peranannya di Indonesia selama ini khususnya bantuan terhadap korban bencana Tsunami dan juga beberapa kegiatan lainnya seperti program school feeding. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Dubes Oemar yang pada acara penyerahan Surat-Surat Kepercayaan ini didampingi oleh Atase Pertanian, menjelaskan tentang peran serta Indonesia dalam memberikan bantuan pangan khususnya beras yang telah banyak dilakukan secara bilateral dan, dengan meningkatnya kemampuan produksi beras dalam negeri, saat ini pemerintah Indonesia tengah membahas kemungkinan penyaluran bantuan Indonesia melalui jalur multilateral khususnya WFP. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ms. Sheeran, yang sebelumnya menjabat Deputi USTR, dalam tanggapannya mengucapkan selamat datang dan meyakini dengan latar belakang Dubes yang banyak berkecimpung di badan Internasional khususnya WTO akan sangat berperan dalam menopang kegiatan WFP. Ms. Sheeran menghargai dan menaruh harapan besar atas peranan Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu mengelola keamanan pangannya sehingga terhindar dari krisis pangan dan bahkan mampu swasembada. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ms. Sheeran juga menghargai keberhasilan Indonesia dalam menyalurkan dan mengelola bantuan khususnya untuk bencana Tsunami dan menjelaskan bahwa banyak pelajaran yang didapat oleh WFP dari keberhasilan Indonesia dalam menanggulangi dampak akibat bencana alam ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ms. Sheeran juga menginfokan bahwa WFP sedang menyusun model tentang sistem terbaik dalam pengelolaan pangan utama. WFP ingin belajar dan mendapatkan informasi lebih jauh pengalaman Indonesia dalam mengelola pangan utama ini khususnya beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Laporan disarikan oleh Atase Pertanian KBRI Roma)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-2466955511542650143?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/2466955511542650143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=2466955511542650143&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/2466955511542650143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/2466955511542650143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/05/dubes-ri-roma-menyerahkan-surat-surat.html' title='Dubes RI Roma Menyerahkan Surat-surat Kepercayaan ke WFP'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SgWJ2A2n3VI/AAAAAAAAAIU/XBhGsUkr4Kk/s72-c/DubesCredentialWFP+003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-326842772527238198</id><published>2009-03-31T10:37:00.006+02:00</published><updated>2009-04-01T16:59:35.600+02:00</updated><title type='text'>Indonesia dan FAO sepakat untuk kerjasama tanggulangi kelaparan dunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdHW2knWM-I/AAAAAAAAAH8/Zs2rFa7nZyk/s1600-h/mentan%2520dan%2520dg%2520fao%2520tanda%2520tangan%2520LOI%2520disaksikan%2520dubes%2520RI%2520Roma%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319268867931255778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdHW2knWM-I/AAAAAAAAAH8/Zs2rFa7nZyk/s400/mentan%2520dan%2520dg%2520fao%2520tanda%2520tangan%2520LOI%2520disaksikan%2520dubes%2520RI%2520Roma%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Di tengah acara &lt;a href="ftp://ftp.fao.org/docrep/fao/meeting/016/k2146e.pdf"&gt;Konferensi ke 29 FAO Regional Asia Pasifik&lt;/a&gt; yang berlangsung dari tanggal 26 - 31 Maret 2009 di Kantor &lt;a href="http://www.unescap.org/"&gt;UN ESCAP &lt;/a&gt;Bangkok, Mentan Indonesia, &lt;a href="http://antonapriyantono.com/"&gt;Anton Apriyantono&lt;/a&gt;, dengan Dirjen FAO, Jacques Diouf pada hari Senin, 30 Maret 2009 ini, telah menandatangani Surat Pernyataan Kehendak (Letter of Intent) antara pemerintah Indonesia dengan FAO. Penandatanganan LoI yang disaksikan oleh Dubes KBRI Bangkok dan juga &lt;a href="http://www.indonesianembassy.it/"&gt;KBRI Roma &lt;/a&gt;ini, merupakan suatu bentuk pengakuan dari FAO atas upaya yang telah diberikan oleh pemerintah Indonesia dalam mendukung program ketahanan pangan dalam kerangka Millennium Development Goals (MDGs) dan bantuan-bantuan yang diberikan Indonesia selama ini di berbagai negara seperti Tanzania, Gambia, Fiji, Madagaskar dll, terutama dalam kerangka Kerjasama Selatan-Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Kerjasama ini juga dituangkan niat Indonesia untuk meningkatkan bantuan dalam kerangka Kerjasama Selatan-Selatan FAO dalam bentuk penyediaan tenaga ahli dan teknisi, dan juga dalam bentuk lain seperti masukan, program, dan peralatan untuk pengenalan teknologi bagi negara-negara lain, yang akan dituangkan dalam suatu bentuk kerjasama tripartite. Dengan LoI ini pula, FAO akan menyediakan suatu daftar negara-negara yang akan menerima bantuan agar pembagian bantuan yang diberikan Indonesia nantinya dapat merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Diouf maupun Anton sepakat bahwa penanda-tanganan LoI ini merupakan langkah konkrit dalam menjalin kerjasama untuk menanggulangi masalah ketahanan pangan dunia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-326842772527238198?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/326842772527238198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=326842772527238198&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/326842772527238198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/326842772527238198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/03/indonesia-dan-fao-sepakat-untuk.html' title='Indonesia dan FAO sepakat untuk kerjasama tanggulangi kelaparan dunia'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdHW2knWM-I/AAAAAAAAAH8/Zs2rFa7nZyk/s72-c/mentan%2520dan%2520dg%2520fao%2520tanda%2520tangan%2520LOI%2520disaksikan%2520dubes%2520RI%2520Roma%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-5135605508452182577</id><published>2009-03-30T19:21:00.007+02:00</published><updated>2009-04-01T16:58:46.656+02:00</updated><title type='text'>Pertanian sebagai amunisi untuk diplomasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdEAHPPZJZI/AAAAAAAAAH0/5t3OGsxVzZs/s1600-h/mentan%2520%2526%2520dubes%2520RI%2520Bangkok%2520foto%2520dengan%2520delri%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319032759251445138" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdEAHPPZJZI/AAAAAAAAAH0/5t3OGsxVzZs/s400/mentan%2520%2526%2520dubes%2520RI%2520Bangkok%2520foto%2520dengan%2520delri%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdD__kDlcII/AAAAAAAAAHs/bBcG0A-KEXE/s1600-h/mentan%2520serahkan%2520cindera%2520mata%2520untk%2520dubes%2520RI%2520Bangkok%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319032627400110210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdD__kDlcII/AAAAAAAAAHs/bBcG0A-KEXE/s400/mentan%2520serahkan%2520cindera%2520mata%2520untk%2520dubes%2520RI%2520Bangkok%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Demikian pesan utama yang disampaikan oleh Menteri Pertanian Indonesia &lt;a href="http://antonapriyantono.com/"&gt;Anton Apriyantono &lt;/a&gt;saat beramah tamah dengan Dubes KBRI untuk Thailand dan staf serta beberapa masarakat di Wisma Duta tanggal 29 Maret 2009 malam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Mentan selanjutnya mengatakan bahwa Menlu sangat mendukung upaya menggunakan sektor pertanian sebagai salah satu sarana utama diplomasi Indonesia. Keberhasilan pemerintah mencapai swasembada beras serta kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan merupakan suatu prestasi yang dapat ditularkan kepada negara lain yang saat sekarang justru mengalami kesulitan dengan ketahanan pangannya khususnya beberapa negara di wilayah Afrika. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sementara Dubes KBRI Bangkok Muhammad Hatta mengatakan dalam sambutannya bahwa KBRI sangat aktif dalam menggunakan sarana &lt;a href="http://www.unescap.org/"&gt;UNESCAP&lt;/a&gt; sebagai jalur diplomasi melalui kerjasama multilateral dengan menjadikan pertanian sebagai salah satu sektor unggulan khususnya tentang ketahanan pangan, lingkungan hidup dan bioenergi. Selanjutnya Dubes M. Hatta juga menginfokan bahwa tanggal 23 - 29 April 2009 yang akan datang akan di adakan Pertemuan ke 65 UNESCAP Commision di Bangkok dan berharap Mentan dapat memimpin Delri dalam pertemuan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Mentan dan rombongan ke Bangkok dalam rangka menghadiri &lt;a href="ftp://ftp.fao.org/docrep/fao/meeting/016/k2146e.pdf"&gt;Konferensi ke 29 FAO Regional Asia Pasifik &lt;/a&gt;yang berlangsung dari tanggal 26 - 31 Maret 2009. Mentan selanjutnya akan mengunjungi Myanmar, Laos, dan Kamboja, untuk membangun kerjasama bisnis pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-5135605508452182577?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/5135605508452182577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=5135605508452182577&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5135605508452182577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5135605508452182577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/03/pertanian-sebagai-amunisi-untuk.html' title='Pertanian sebagai amunisi untuk diplomasi'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdEAHPPZJZI/AAAAAAAAAH0/5t3OGsxVzZs/s72-c/mentan%2520%2526%2520dubes%2520RI%2520Bangkok%2520foto%2520dengan%2520delri%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-8209952218370432891</id><published>2009-03-30T13:44:00.007+02:00</published><updated>2009-04-01T17:00:57.098+02:00</updated><title type='text'>Saatnya bersama tanggulangi kelaparan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdCw-C6HZ9I/AAAAAAAAAHk/zIJ6NLxwDn4/s1600-h/mentan%2520sedang%2520sampaikan%2520statement%2520Indonesia%2520didampingi%2520dubes%2520RI%2520Roma%5B1%5D.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318945739903559634" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdCw-C6HZ9I/AAAAAAAAAHk/zIJ6NLxwDn4/s400/mentan%2520sedang%2520sampaikan%2520statement%2520Indonesia%2520didampingi%2520dubes%2520RI%2520Roma%5B1%5D.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdCw3thhgPI/AAAAAAAAAHc/JWyc1qXCJUk/s1600-h/PM%2520Thailand%2520berfoto%2520bersama%2520dengan%2520seluruh%2520ketua%2520delegasi%5B1%5D.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318945631084052722" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdCw3thhgPI/AAAAAAAAAHc/JWyc1qXCJUk/s400/PM%2520Thailand%2520berfoto%2520bersama%2520dengan%2520seluruh%2520ketua%2520delegasi%5B1%5D.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Demikian pesan utama yang disampaikan Menteri Pertanian dalam sambutannya pada &lt;a href="ftp://ftp.fao.org/docrep/fao/meeting/016/k2146e.pdf"&gt;Konferensi FAO ke 29 Regional Asia Pasifik &lt;/a&gt;yang berlangsung dari tanggal 26 - 31 Maret 2009 di Kantor &lt;a href="http://www.unescap.org/"&gt;UN ESCAP&lt;/a&gt; Bangkok. Pada sambutannya yang disampaikan pada urutan pertama tanggal 30 Maret ini, Mentan selanjutnya mengatakan bahwa persoalan ketahanan pangan akan semakin terancam dengan adanya krisis keuangan global ini, karena itu upaya untuk secara bersama mencari solusi dan formulasi tindakan aksi yang bersifat kolektif dan komprehensif adalah suatu keharusan agar masyarakat dunia dapat terlepas dari kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya mentan mengatakan bahwa Indonesia saat sekarang sangat berkeinginan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada negara lain dalam hal meningkatkan produksi tanaman pangan khususnya beras. Kerjasama Selatan-Selatan merupakan sarana yang dapat dipakai untuk merealisasikan keinginan Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini Mentan juga mengajukan beberapa thema yang perlu menjadi perhatian para negara anggota FAO yaitu: pembangunan bio energi yang tidak mengancam ketahanan pangan dan berkompetisi dengan bahan pangan; mempromosikan generasi kedua revolusi hijau yang lebih ramah lingkungan untuk meningkatan produksi pertanian dan pangan; mempromosikan strategi untuk penanggulangan dan adaptasi terhadap perubahan iklim global; membangun lumbung pangan regional yang merupakan sarana tanggap darurat yang cepat terhadap permasalahan ketahanan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="ftp://ftp.fao.org/docrep/fao/meeting/016/k2146e.pdf"&gt;Konferensi FAO ke 29 Regional Asia dan Pasifik &lt;/a&gt;ini dihadiri oleh 32 negara anggota FAO dengan 15 negara mengirimkan pejabat setingkat Menteri dan juga beberapa organisasi lain sebagai pengamat. Dalam delegasi Indonesia selain Mentan, ikut juga Dubes KBRI Thailand dan Dubes &lt;a href="http://www.indonesianembassy.it/"&gt;KBRI Roma &lt;/a&gt;serta pejabat daeri &lt;a href="http://www.deptan.go.id/"&gt;Deptan&lt;/a&gt;, Dephut, dan Dept DKP. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-8209952218370432891?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/8209952218370432891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=8209952218370432891&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8209952218370432891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8209952218370432891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/03/saatnya-bersama-tanggulangi-kelaparan.html' title='Saatnya bersama tanggulangi kelaparan'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SdCw-C6HZ9I/AAAAAAAAAHk/zIJ6NLxwDn4/s72-c/mentan%2520sedang%2520sampaikan%2520statement%2520Indonesia%2520didampingi%2520dubes%2520RI%2520Roma%5B1%5D.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-6131820501218735713</id><published>2009-03-10T16:37:00.010+01:00</published><updated>2009-03-10T22:52:34.296+01:00</updated><title type='text'>Hutan dapat ciptakan 10 juta lowongan kerja</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SbaLnCpNeAI/AAAAAAAAAHM/IuU1LzsS_I0/s1600-h/rainf_040902_f005_lg.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311586313370957826" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SbaLnCpNeAI/AAAAAAAAAHM/IuU1LzsS_I0/s400/rainf_040902_f005_lg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Demikian pernyataan yang dikemukakan &lt;a href="http://www.fao.org/"&gt;FAO&lt;/a&gt; dalam News-Releasenya tanggal 10 Maret 2009 hari ini. &lt;a href="http://www.ilo.org/global/lang--en/index.htm"&gt;Organisasi Tenaga Kerja Dunia (ILO)&lt;/a&gt; memperkirakan bahwa tahun 2009 ini jumlah penganggur di seluruh dunia mencapai 198 juta orang, sementara pada tahun 2007 jumlahnya mencapai 179 juta orang. Bahkan dengan berlandaskan skenario terburuk, ILO memperkirakan jumlah ini dapat membengkak menjadi 230 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Asisten Dirjen FAO yang menangani Departemen Kehutanan FAO, Mr. Jan Heino, mengatakan bahwa di tengah krisis ekonomi yang menyebabkan banyaknya orang kehilangan pekerjaan, pengelolaan hutan yang berkelanjutan dapat menciptakan jutaan lowongan pekerjaan baru. Hal ini berarti dapat mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kelestarian lingkungan. “Mengingat hutan dan pepohonan adalah sumber penyimpan karbon yang vital, maka investasi di kehutanan akan merupakan kontribusi utama dalam usaha mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan hidup”, katanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut FAO peningkatan investasi di sektor kehutanan disamping mampu menciptakan banyak lowongan pekerjaan, juga dapat mereduksi berkurangnya areal hutan sebagaimana banyak dilaporkan terjadi di beberapa negara. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana pengelolaan hutan berkelanjutan dapat membangun sebuah masa depan yang hijau dan mempu memenuhi perubahan kebutuhan masyarakat, akan merupakan bahasan utama dalam World Forest Week yang akan dilaksanakan bersamaan dengan &lt;a href="http://www.fao.org/forestry/cofo/en/"&gt;FAO’s Committee on Forestry (COFO) &lt;/a&gt;ke 19 tanggal 16 – 20 Maret nanti. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai informasi, COFO merupakan sidang yang dilaksanakan FAO setiap 2 tahun sekali yang merupakan tempat berkumpulnya semua anggota FAO. Pertemuan akan membahas dan mendiskusikan berbagai aspek terkait dengan kehutanan. Menurut rencana pada pertemuan ini Delegasi Indonesia akan mengirimkan Sekjen, dan &lt;a href="http://www.dephut.go.id/index.php?q=id/node/4972"&gt;Dirjen Planologi Kehutanan, Departemen Kehutanan. &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keterangan:&lt;/strong&gt; Foto diambil dari "&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.nature.org/rainforests/explore/photos.html"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;The Nature Conservancy" &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;(Early morning misty view of the forest of East Kalimantan, Indonesia, BorneoPhoto © Mark Godfrey/TNC)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-6131820501218735713?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/6131820501218735713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=6131820501218735713&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/6131820501218735713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/6131820501218735713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/03/hutan-dapat-ciptakan-10-juta-lowongan.html' title='Hutan dapat ciptakan 10 juta lowongan kerja'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SbaLnCpNeAI/AAAAAAAAAHM/IuU1LzsS_I0/s72-c/rainf_040902_f005_lg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-8724011159548505830</id><published>2009-03-01T23:23:00.006+01:00</published><updated>2009-03-02T00:10:50.148+01:00</updated><title type='text'>Pemetaan Kopi Indonesia melalui Analisa DNA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SasU0_mrvuI/AAAAAAAAAG8/tFclaymowzg/s1600-h/suasana%2520pertemuan%2520dg%2520Vice%2520Rektor%2520Univ%2520Trieste%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308359486445698786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SasU0_mrvuI/AAAAAAAAAG8/tFclaymowzg/s400/suasana%2520pertemuan%2520dg%2520Vice%2520Rektor%2520Univ%2520Trieste%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://www.litbang.deptan.go.id/unker/one/2400/"&gt;Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember (PPKK&lt;/a&gt;), menjajaki kemungkinan memetakan kopi Indonesia melalui analisa DNA. Upaya ini dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan Prof. Giorgio Graziosi dari &lt;a href="http://www.univ.trieste.it/"&gt;Universitas Trieste &lt;/a&gt;yang menemukan metode analisa ini setelah melakukan penelitian selama 15 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keinginan PPKK ini juga dilandasi oleh upaya melakukan pemetaan jenis kopi Indonesia sesuai spesifik wilayah yang berbasis kandungan DNA, sehingga dalam perdagangan kopi Indonesia tidak bisa dipalsukan dan juga bisa meningkatkan posisi tawar dalam perdagangan dunia khususnya untuk kopi yang punya cita rasa khas. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk saat ini baru kopi jenis Arabica yang memungkinkan diketahui DNA nya sementara untuk jenis kopi Robusta relatif masih sulit dilakukan mengingat jenis Robusta mempunyai sifat penyerbukan silang sementara kopi Arabica melakukan penyerbukan sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai realisasi dari kerjasama ini, maka pada bulan April 2009 ini akan datang seorang peneliti PPKK Dr. Retno Hulupi ke Universitas Trieste untuk mengadakan penelitian selama 3 bulan tentang DNA kopi Arabika Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepala Bagian Penelitian, Dr. Soetanto Abdoellah dan juga Dr. Surip Mawardi, Peneliti Utama PPKK yang melakukan kunjungan ke Universitas Trieste tanggal 19 – 20 Februari 2009 lalu untuk mengatur segala sesuatunya dan sekaligus juga membahas kemungkinan menjadikan PPKK sebagai pusat penyedia jasa analisa DNA kopi hasil penemuan Prof. Graziosi untuk wilayah Asia Tenggara dengan melalui proses kerjasama (lisensi). PPKK Jember nantinya akan menjadi perwakilan dari perusahaan “DNA Analytica” yang merupakan payung yang menyediakan jasa analisa DNA Kopi Arabika bentukan dari Universitas Trieste bekerjasama dengan pengusaha swasta kopi Trieste. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam kunjungan yang didampingi oleh Dr. Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma ini juga dibicarakan langkah ke depan untuk merealisasikan kerjasama ini. Dalam pembicaraan dan diskusi yang dilakukan mengemuka juga bahwa ke depan sertifikasi jenis kopi yang diperdagangkan tidak saja berdasarkan uji fisik dan cita rasa dan senyawa kimia serta proses budidayanya saja, tetapi bisa jadi pembeli kopi menginginkan sertifikasi berdasarkan uji DNA yang lebih valid dan sulit untuk dimanipulasi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengomentari soal ini, Erizal Sodikin menyatakan “Adanya pemetaan Kopi Arabika Indonesia berbasis analisa DNA akan menjaga plasma nutfah kopi Arabika Indonesia dari pemalsuan. Jika pada saatnya nanti sistem perdagangan menghendaki sertifikasi yang lebih valid melalui jejak rekam DNA ini, maka Indonesia melalui PPKK sudah siap menjadi pelopor”.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walaupun demikian kerjasama ini perlu selalu dimonitor oleh Institusi terkait khususnya Litbang Deptan (PPKK Jember) sehingga hak dan kepentingan Indonesia tidak dirugikan khususnya terkait dengan telah ditetapkannya Traktat tentang plasma nutfah yang tertuang dalam &lt;a href="http://www.fao.org/ag/cgrfa/itpgr.htm"&gt;International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (ITPGRFA&lt;/a&gt;) yang sekretariatnya di FAO, khususnya dalam aspek “benefit sharing”, demikian Erizal menambahkan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-8724011159548505830?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/8724011159548505830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=8724011159548505830&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8724011159548505830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8724011159548505830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/03/pemetaan-kopi-indonesia-melalui-analisa.html' title='Pemetaan Kopi Indonesia melalui Analisa DNA'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SasU0_mrvuI/AAAAAAAAAG8/tFclaymowzg/s72-c/suasana%2520pertemuan%2520dg%2520Vice%2520Rektor%2520Univ%2520Trieste%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-853431783316478074</id><published>2009-02-20T22:44:00.003+01:00</published><updated>2009-02-20T23:02:33.054+01:00</updated><title type='text'>HARGA BERAS DUNIA MERANGKAK NAIK</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SZ8nfbUvRPI/AAAAAAAAAGs/-uo-cjtVfhA/s1600-h/RiExpPr_0109.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305002306929902834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 358px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SZ8nfbUvRPI/AAAAAAAAAGs/-uo-cjtVfhA/s400/RiExpPr_0109.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian data yang disampaikan &lt;a href="http://www.fao.org/"&gt;FAO&lt;/a&gt; melalui &lt;a href="http://www.fao.org/es/ESC/en/15/70/highlight_533.html"&gt;FAO Rice Price Update &lt;/a&gt;bulan Februari 2009 yang diterima &lt;a href="http://www.indonesianembassy.it/home/"&gt;KBRI Roma&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari informasi yang diberikan FAO ini menunjukkan bahwa dibandingkan dengan bulan Desember 2008, harga beras dunia bulan Januari 2009 mulai mengalami kenaikan, walaupun kenaikannya relatif kecil. Hal ini tercermin dengan naiknya indeks harga beras dari 226 pada bulan Desember 2008 menjadi 231 untuk bulan Januari 2009 yang berarti dalam kurun waktu satu bulan ini rata-rata terjadi kenaikan sekitar 2 %. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kenaikan ini terjadi untuk semua jenis beras kecuali beras US Long Grain 2,4% dan Viet 5% yang justru mengalami penurunan masing-masing sekitar 8,5 % dan 1,5 %, sementara jenis beras Basmati Pakistan dan US California harganya stabil, masing-masing 1100 US $/ton dan 1102 US $/ton.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kenaikan tertinggi dialami oleh beras Viet 25% dan beras Thai Parboiled 100% yang kenaikannya mencapai sekitar 11 %, kemudian diikuti oleh beras Thai A Super (naik 7,1 %), Thai Fragrant 100% (naik 6,8 %), Thai White 100% B Second grade (naik 5 %), dan kenaikan yang terendah dialami beras Pak 25% dan Thai 25% yang kenaikannya sekitar 3,5 % lebih.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari data ini bisa dicermati bahwa kenaikan harga terjadi khususnya untuk beras dengan kualitas relatif rendah, sementara untuk beras kualitas yang tinggi harganya relatif stabil dan bahkan cenderung mengalami penurunan sebagai mana terlihat pada harga beras Basmati Pakistan dan US California dengan pengecualian untuk beras Thai Fragrant 100% yang mengalami kenaikan, demikian komentar Erizal Sodikin, &lt;a href="http://attaniroma.blogspot.com/"&gt;Atase Pertanian KBRI Roma&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya menurut Erizal, “adanya kecenderungan peningkatan harga beras khususnya yang berkualitas relatif rendah yang mendominasi permintaan pasar dunia dan juga paling banyak diserap konsumen Indonesia ini hendaknya selalu dicermati oleh Indonesia dalam hubungannya dengan kebijakan ketahanan pangan dalam negeri dan swasembada beras”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma, 12 Februari 2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-853431783316478074?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/853431783316478074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=853431783316478074&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/853431783316478074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/853431783316478074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/02/harga-beras-dunia-merangkak-naik.html' title='HARGA BERAS DUNIA MERANGKAK NAIK'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SZ8nfbUvRPI/AAAAAAAAAGs/-uo-cjtVfhA/s72-c/RiExpPr_0109.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-2523587274240296702</id><published>2009-02-20T00:16:00.002+01:00</published><updated>2009-02-20T00:35:57.699+01:00</updated><title type='text'>BULOG paparkan kiat Indonesia dalam kelola beras nasional</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SZ3ssuGFOjI/AAAAAAAAAGc/ohKBiyW59u4/s1600-h/bulog.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304656189144250930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 115px; CURSOR: hand; HEIGHT: 164px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SZ3ssuGFOjI/AAAAAAAAAGc/ohKBiyW59u4/s400/bulog.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Dr. Mustofa Abubakar, Dirut &lt;a href="http://www.bulog.co.id/"&gt;Perum Bulog&lt;/a&gt;, menjadi salah satu panelis dari 4 panelis dalam diskusi kelompok yang mengambil thema: “Food price volatility, How to help smallholder farmers manage risk and uncerteinty” di sela acara Governing Council ke 32 &lt;a href="http://www.ifad.org/"&gt;IFAD&lt;/a&gt; yang berlangsung di Palazzo dei Congressi, Roma, pada hari Rabu 18 Februari 2009. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam paparannya Dr. Mustafa yang mantan Pejabat Gubernur Aceh ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini harga bahan pangan khususnya beras di Indonesia relatif stabil sementara harga di pasaran dunia melambung. Keberhasilan Indonesia ini ditentukan salah satunya dengan menerapkan kebijakan melalui pengaturan sistem suply dan demand melalui operasi pasar dan penerapan raskin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keberhasilan Indonesia dalam mengelola harga pangan khususnya beras nasional ini mendapat apresiasi dari peserta dan panelis lain, tetapi sistem yang diterapkan di Indonesia ini tidak serta merta bisa diterapkan secara penuh di negara lain. Hal ini disebabkan adanya perbedaan situasi dan konsisi sesuai dengan ke khasan negara dan masyarakatnya masing-masing termasuk pola makan dan sebaran jenis pangan utamanya, serta geografinya. Walaupun demikian, banyak pelajaran yang bisa diambil dari sistem yang diterapkan Indonesia tersebut, salah satunya adalah upaya untuk menjaga keseimbangan harga antara kepentingan petani (sebagai produser) dan masyarakat umum (sebagai konsumen) dengan menempatkan kekuatan pemerintah sebagai regulator. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diskusi Panel yang dimodetarori oleh Mr. M. Wyatt, Asisten Presiden IFAD ini menampilkan juga pembicara dari &lt;a href="http://www.oxfam.org/"&gt;Oxfam&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.ifap.org/"&gt;International Federation of Agriculture Producers (IFAP&lt;/a&gt;), dan &lt;a href="http://www.wfp.org/"&gt;WFP&lt;/a&gt; dengan dihadiri oleh sekitar 70 orang peserta dari berbagai negara anggota IFAD.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Benang merah lain dari diskusi panel ini adalah bahwa harga pangan yang volatile merupakan sesuatu yang umum terjadi hanya persoalannya adalah bagaimana harga yang fluktuatif ini masih dalam batas wajar yang di satu sisi tidak memberatkan konsumen dan di sisi lain petani menikmati keuntungan yang wajar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mengurangi resiko dan ketidak pastian harga, maka salah satu solusinya adalah perlu dijalinnya kemitraan antara seluruh stakeholders seperti pihak swasta, petani, pemerintah, pedagang, lembaga peneliti, dan organisasi masyarakat. Untuk itu diperlukan komitmen politik yang kuat dari seluruh level pemerintahan (daerah, nasional, regional dan internasional) untuk menanggulangi volatilisasi harga ini.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-2523587274240296702?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/2523587274240296702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=2523587274240296702&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/2523587274240296702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/2523587274240296702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/02/bulog-paparkan-kiat-indonesia-dalam.html' title='BULOG paparkan kiat Indonesia dalam kelola beras nasional'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SZ3ssuGFOjI/AAAAAAAAAGc/ohKBiyW59u4/s72-c/bulog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-1804235703934312011</id><published>2009-02-05T11:31:00.005+01:00</published><updated>2009-02-05T11:47:05.980+01:00</updated><title type='text'>2009, Tahun Serat Alam Internasional</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SYrC_KqYOaI/AAAAAAAAAGE/f57605b_098/s1600-h/foto3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299262302004459938" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SYrC_KqYOaI/AAAAAAAAAGE/f57605b_098/s320/foto3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SYrCudH0ZDI/AAAAAAAAAF8/qJbJ_zk3fjE/s1600-h/cotton-p.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SYrBzKqwo3I/AAAAAAAAAF0/hF0g7GJD-wM/s1600-h/sisal0117.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299260996336001906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SYrBzKqwo3I/AAAAAAAAAF0/hF0g7GJD-wM/s320/sisal0117.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak yang tidak tahu bahwa tahun 2009 ini merupakan Tahun Serat Alam Internasional (&lt;a href="http://www.naturalfibres2009.org/en/fibres/index.html"&gt;International Year of Natural Fibres 2009&lt;/a&gt;) disingkat IYNF 2009.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk memulai kegiatan tersebut, maka tanggal 22 Januari 2009 yang lalu, di Ruang Iran, Kantor Pusat FAO, Roma diadakanlah pencanangan dimulainya &lt;a href="http://www.naturalfibres2009.org/en/fibres/index.html"&gt;IYNF 2009 &lt;/a&gt;ini yang dibuka oleh Mr. Hafez Ghanem, Asisten Dirjen FAO untuk urusan pembangunan sosial dan ekonomi yang sekaligus memberikan kata sambutan dan penjelasan tentang pentingnya serat alam ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tujuan diselenggarakannya &lt;a href="http://www.naturalfibres2009.org/en/fibres/index.html"&gt;IYNF 2009 &lt;/a&gt;ini antara lain: meningkatkan kepedulian dan merangsang pemakaian serat alam, mempromosikan efisiensi dan keberlanjutan dari industri serat alam, mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan dalam merespon permasalahan serat alam, mendorong kerjasama internasional yang efektif dan berkelanjutan antar sesama industri serat alam. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa kegiatan yang akan dilakukan antara lain: workshop, seminar, konferensi, eksibisi, festival, peragaan busana dll. yang dilaksanakan di beberapa negara seperti Afrika Selatan, Bangladesh, China, India, Jerman, Mesir, Polandia dll. Untuk mengetahui berbagai hal terkait Tahun Serat Internasional ini dapat berhubungan dengan Unit Koordinasi IYNF 2008: Trade and Markets Division FAO, email: &lt;a href="mailto:IYNF-2009@fao.org"&gt;IYNF-2009@fao.org&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk diketahui bahwa, tanaman utama dunia penghasil serat alam ini didominasi oleh kapas yang produksi pertahunnya mencapai 25 juta ton, diikuti oleh Jute (Rami) dengan produksi sekitar 2,5 juta ton/tahun, sedangkan produksi wool dunia diperkirakan mencapai 2,2 juta ton dengan Australia sebagai negara penghasil utama. Saat sekarang produk yang dihasilkan dari bahan serat alami sudah sangat bervariasi dengan teknologi yang semakin canggih, seperti untuk uang kertas, filter kopi, pembungkus teh celup, termasuk untuk suku cadang kendaraan, selain bahan kain. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan variasi sumber serat alam yang melimpah, maka selayaknya IYNF 2009 ini dapat dijadikan momentum untuk “menengok” kembali potensi serat ini yang menurut FAO omset pertahunnya mencapai 40 milliar US $” demikian komentar Attani Roma menanggapi tahun serat alam dunia ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-1804235703934312011?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/1804235703934312011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=1804235703934312011&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/1804235703934312011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/1804235703934312011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2009/02/2009-tahun-serat-alam-internasional.html' title='2009, Tahun Serat Alam Internasional'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SYrC_KqYOaI/AAAAAAAAAGE/f57605b_098/s72-c/foto3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-7410027048851964215</id><published>2008-12-12T17:59:00.006+01:00</published><updated>2009-01-05T15:09:38.240+01:00</updated><title type='text'>FAO: PENDUDUK LAPAR DUNIA MENDEKATI 1 MILYAR !</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SUKZz6J6M2I/AAAAAAAAAFo/9MJWxJ0uRGg/s1600-h/medium_SOFI200824673.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278950830294840162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SUKZz6J6M2I/AAAAAAAAAFo/9MJWxJ0uRGg/s320/medium_SOFI200824673.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal ini diungkapkan oleh Asisten Dirjen &lt;a href="http://www.fao.org/"&gt;FAO&lt;/a&gt;, Mr. Hafez Ghanem dalam FAO-News Release tanggal 9 Desember 2008 kemarin. Menurut FAO tahun 2008 ini diperkirakan jumlah penduduk lapar dunia mencapai 963 juta jiwa yang berarti terjadi peningkatan sekitar 40 juta jiwa dibandingkan dengan tahun 2007 yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Mr. Ghanem lebih lanjut bahwa walaupun dalam beberapa waktu ini harga pangan dunia mengalami penurunan tapi situasi ini tidak mampu mengakhiri krisis pangan di banyak negara miskin. Bahkan yang bersangkutan menambahkan, jika penurunan harga pangan dan kredit berkaitan dengan krisis ekonomi yang memaksa petani menanam lebih sedikit tanaman pangan, maka meroketnya harga pangan dunia diperkirakan akan terulang kembali pada tahun 2009.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari News Release ini dikemukakan juga bahwa di beberapa wilayah dinilai berhasil dalam menanggulangi persoalan kelaparan ini seperti di wilayah Asia Tenggara, Amerika Latin dan Karibia. Sementara di beberapa negara di wilayah Sub-Sahara Afrika, jumlah penduduk laparnya justru bertambah, termasuk juga di wilayah konflik seperti di Afganistan dan Irak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal ini Dr. Erizal Sodikin, &lt;a href="http://attaniroma.blogspot.com/"&gt;Atase Pertanian KBRI Roma&lt;/a&gt;, mengatakan bahwa para pemimpin dunia dan juga organisasi internasional terkait perlu malakukan kaji ulang terhadap kebijakan dan metode yang selama ini dilakukan dalam penanggulangan penduduk lapar ini, jika tidak maka Target Pembangunan Milenium (Millenium Development Goal) yang dicanangkan tahun 2000 tidak akan tercapai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi PBB pada bulan September 2000 yang lalu telah mendeklarasikan suatu target yang dikenal dengan Millenium Development Goal 2015 yang salah satu targetnya adalah mengurangi setengah jumlah penduduk lapar dunia pada tahun 2015. Saat dicanangkan jumlah penduduk lapar dunia masih berkisar 850 juta jiwa. Dari data terbaru yang dikeluarkan FAO ini menunjukkan bahwa dalam kurun 8 tahun jumlah penduduk lapar justru mengalami peningkatan sekitar 100 juta jiwa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Source: Picture (FAO:Guilio Napolitano)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pres Release dari Erizal Sodikin, &lt;a href="http://attaniroma.blogspot.com/"&gt;Atase Pertanian KBRI Roma&lt;/a&gt;, via Campania 53 – 55, Roma 00187&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-7410027048851964215?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/7410027048851964215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=7410027048851964215&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/7410027048851964215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/7410027048851964215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/12/fao-penduduk-lapar-dunia-mendekati-1.html' title='&lt;center&gt;FAO: PENDUDUK LAPAR DUNIA MENDEKATI 1 MILYAR !&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SUKZz6J6M2I/AAAAAAAAAFo/9MJWxJ0uRGg/s72-c/medium_SOFI200824673.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-4003666195958380273</id><published>2008-11-19T11:26:00.007+01:00</published><updated>2008-12-12T19:18:01.227+01:00</updated><title type='text'>KOPI LUWAK JADI REBUTAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SSPsEa6sdwI/AAAAAAAAAFY/PosWfqrE_eI/s1600-h/sampel+kopi+yang+dipamerkan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270315549642749698" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SSPsEa6sdwI/AAAAAAAAAFY/PosWfqrE_eI/s320/sampel+kopi+yang+dipamerkan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SSPr4PV0emI/AAAAAAAAAFQ/8O8lrFIqigk/s1600-h/Suasana+di+depan+stand+Indonesia.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270315340376865378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SSPr4PV0emI/AAAAAAAAAFQ/8O8lrFIqigk/s320/Suasana+di+depan+stand+Indonesia.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu menariknya kopi luwak bagi para pengunjung pameran di &lt;a href="http://www.triestespresso.it/"&gt;Trieste Espresso Expo &lt;/a&gt;yang berlangsung di Kota Trieste, Italia Utara ini, menyebabkan sample kopi luwak yang dibawa &lt;a href="http://www.mg.coffee.com/"&gt;PT. Morning Glory &lt;/a&gt;terpaksa sebagian dijual dan harganyapun fantastis yaitu: 150 $ untuk 150 gram kopi luwak yang sudah digoreng, artinya 1 gram kopi luwak dihargai 1 $. Padahal kopi luwak yang dibawa ini hanyalah sebagai display untuk menjaring pembeli lebih banyak terhadap kopi termahal di dunia ini. Meskipun demikian masih banyak pengunjung yang menanyakan dan ingin membeli kopi tersebut. Demikian salah satu kesan menonjol yang didapat dari pameran kopi ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Indonesia untuk kedua kalinya mengikuti salah satu pameran kopi espresso terbesar di dunia ini. Pada kali ini ikut serta 3 perusahaan swasta pengekspor kopi yaitu PT. Cetara Bumi Persada yang mengkhususkan kopi Toraja, &lt;a href="http://www.mg.coffee.com/"&gt;PT. Morning Glory &lt;/a&gt;yang membawa berbagai jenis biji kopi dari berbagai daerah Indonesia termasuk kopi luwak, serta &lt;a href="http://www.merdekacoffee.com/"&gt;PT. Merdeka &lt;/a&gt;yang khusus membawa kopi roasted racikan dari berbagai kopi asli Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hasil dari pameran kali ini adalah terjadi banyaknya kontak bisnis yang merupakan kesempatan bagi tiga perusahaan swasta kopi Indonesia ini untuk memasuki pangsa pasar Italia yang merupakan salah satu negara konsumsi kopi dunia dengan berbagai merek minuman kopi seperti capuccino, espresso, cafelatte dll. Selama pameran yang berlangsung 3 hari sejak tanggal 13 November 2008 ini dihasilkan setidaknya 18 potensi pembeli yang secara serius ingin membeli kopi yang dipamerkan serta berjanji akan menindak lanjutinya lebih jauh. Menariknya beberapa pembeli ini juga berasal dari luar Italia seperti dari Kroasia, Slowenia, Albania, Kosovo, Polandia, Libya serta Italia sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi bahwa Trieste Espresso Expo ini merupakan kegiatan setiap 2 tahun sekali yang menampilkan segala aspek yang terkait dengan kopi espresso, mulai dari eksportir, importir, mesin pembuat, alat pendukung seperti pembuat cangkir, kemasan kopi dll, termasuk perusahaan jasa dalam pensortiran kualitas biji kopi. Sedikitnya 200 eksibitor dari 23 negara mengikuti pameran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pres Release: &lt;em&gt;Dr. Erizal Sodikin&lt;/em&gt;, &lt;a href="http://attaniroma.blogspot.com/"&gt;Atase Pertanian KBRI Roma&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-4003666195958380273?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/4003666195958380273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=4003666195958380273&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/4003666195958380273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/4003666195958380273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/11/kopi-luwak-jadi-rebutan.html' title='&lt;center&gt;KOPI LUWAK JADI REBUTAN&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SSPsEa6sdwI/AAAAAAAAAFY/PosWfqrE_eI/s72-c/sampel+kopi+yang+dipamerkan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-8611961157972114371</id><published>2008-11-15T13:56:00.006+01:00</published><updated>2008-11-15T14:42:34.704+01:00</updated><title type='text'>Persediaan Kopi Dunia Akan Menipis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SR7Pu58WuqI/AAAAAAAAAEs/1p83VDHEfss/s1600-h/coffee+bean2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268877018804959906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 190px; CURSOR: hand; HEIGHT: 153px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SR7Pu58WuqI/AAAAAAAAAEs/1p83VDHEfss/s400/coffee+bean2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Demikian pernyataan Dr. Nestor Osorio, Direktur Eksekutif Organisasi Kopi Internasional (&lt;a href="http://www.ico.org/"&gt;International Coffee Organization/ICO &lt;/a&gt;) yang disampaikannya dalam seminar sehari sebelum pelaksanaan &lt;a href="http://www.triestespresso.it/"&gt;Trieste Espresso Expo 2008&lt;/a&gt; di kota &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Trieste"&gt;Trieste&lt;/a&gt; Utara Italia. Berdasarkan trend yang ada Mr. Osorio mengatakan bahwa dalam 5 tahun ke depan persediaan kopi dunia akan semakin menurun. Penyebab dari penurunan ini antara lain adalah semakin mahalnya harga input produksi pertanian seperti pupuk, pestisida, tenaga kerja, sehingga menyebabkan produksi kopi dunia semakin sulit meningkat bahkan bisa jadi malah menurun, sementara di sisi lain terjadi peningkatan konsumsi kopi dunia yang tidak saja terjadi di Negara importir kopi tetapi juga di Negara penghasil kopi seperti Brazil, India, Indonesia. Brazil yang merupakan eksportir pertama dunia bisa jadi sekaligus menjadi konsumer kopi terbesar di tahun mendatang, sementara menurut Dr. Surip Mawardi dari &lt;a href="http://www.iccri.net/"&gt;Pusat Penelitian Kopi dan Kakao &lt;/a&gt;Jember yang juga sebagai salah satu pembicara dalam seminar ini mengatakan bahwa laju konsumsi kopi Indonesia mencapai 3 % pertahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data dari ICO, konsumsi kopi dunia tahun 2005 mencapai 118 Juta Karung à 60 kg, tahun 2006 meningkat menjadi 121 juta karung, terus meningkat menjadi 125 juta karung tahun 2007, dan tahun 2008 ini diduga konsumsi kopi dunia meningkat menjadi 128 juta karung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi ramalan ini, Dr. Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma berpendapat, informasi ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk mengisi pangsa pasar ini mengingat produktivitas kopi rata-rata Indonesia yang relative masing sangat rendah yaitu sekitar 850 kg/ha sementara di banyak Negara produktivitas tanaman kopinya sudah di atas 1 ton/ha bahkan di beberapa Negara bisa mencapai 1,5 ton/ha, disamping masih tersedianya lahan potensial untuk tanaman kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pertanyaan sejauh mana dampak krisis keuangan dunia terhadap permintaan kopi, Dr. Osorio berpendapat bahwa masalah ini belum bisa dipastikan, hanya yang bersangkutan yakin bahwa krisis tersebut tidak akan berpengaruh terhadap konsumsi kopi mengingat kecilnya sharing pengeluaran rumah tangga untuk minum kopi. Selanjutnya dikatakannya juga bahwa selama supply kopi tetap terjamin dengan harga yang masih reasanable, maka kemungkinan perdagangan kopi akan tetap menarik dan pengaruh krisis financial global tidaklah signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara yang tampil dalam Seminar Internasional yang mengambil thema” The Rise in World Consumption and the Future of Coffee Production: a Critical Balance” ini selain dari Brazil dan Indonesia, juga tampil perwakilan dari Vietnam, India, dan Guatemala dengan dimoderatori oleg Mr. Vincenzo Sandalj yang merupakan Presiden Asosiasi Kopi Trieste yang perusahaannya juga impor kopi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pres Release: &lt;em&gt;Erizal Sodikin&lt;/em&gt;, &lt;a href="http://www.attaniroma.blogspot.com/"&gt;Atase Pertanian KBRI Roma&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-8611961157972114371?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/8611961157972114371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=8611961157972114371&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8611961157972114371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8611961157972114371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/11/persediaan-kopi-dunia-akan-menipis.html' title='&lt;center&gt;Persediaan Kopi Dunia Akan Menipis&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SR7Pu58WuqI/AAAAAAAAAEs/1p83VDHEfss/s72-c/coffee+bean2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-8756660758361512085</id><published>2008-10-25T14:08:00.005+02:00</published><updated>2008-11-10T14:43:03.685+01:00</updated><title type='text'>FERRERO MINATI MINYAK SAWIT INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SQMN6vq4z9I/AAAAAAAAAEc/3bXuJ-75VTU/s1600-h/Eurochocolate1008+059_resize.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261064092578795474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SQMN6vq4z9I/AAAAAAAAAEc/3bXuJ-75VTU/s320/Eurochocolate1008+059_resize.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SQMNnvp1_xI/AAAAAAAAAEU/UM9AzLCbvTI/s1600-h/Eurochocolate1008+038_resize.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261063766156902162" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SQMNnvp1_xI/AAAAAAAAAEU/UM9AzLCbvTI/s320/Eurochocolate1008+038_resize.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian dikatakan oleh Mr. Giovanni Di Palma, Direktur Produksi Perusahaan &lt;a href="http://www.ferrero.com/eng/index.html"&gt;Ferrero&lt;/a&gt; yang memproduksi berbagai jenis produk coklat terkenal di dunia seperti Nutella, Kinder Surprise, Roche, Mon Chèri dll serta permen Tic Tak, saat menerima delegasi dari &lt;a href="http://www.bkpm.go.id/"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal &lt;/a&gt;(BKPM) Indonesia yang dipimpin oleh Dr. Indra Darmawan, Direktur Perencanaan Industri Agribisnis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mr. Di Palma menjelaskan bahwa dalam proses produksi produk coklat yang dihasilkan, perusahaan &lt;a href="http://www.ferrero.com/eng/index.html"&gt;Ferrero&lt;/a&gt; yang ada di Alba ini saja memerlukan minyak nabati sebanyak 80 ribu ton setiap tahunnya yang jauh melebihi kebutuhan biji kakao yang hanya sekitar 40 ribu ton. Utuk itu yang bersangkutan sangat berminat agar kebutuhan ini dapat dipenuhi dari minyak sawit Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal ini Dr. Didiek H. Goenadi, Komite Penanaman Modal Bidang Agribisnis BKPM yang juga merupakan Direktur Eksekutif Asosiasi Minyak Sawit Indonesia menyambut baik keinginan ini dan akan menindaklanjutinya lebih jauh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain bahan baku utama berupa biji kakao, pabrik coklat &lt;a href="http://www.ferrero.com/eng/index.html"&gt;Ferrero&lt;/a&gt; di Alba ini juga membutuhkan daun teh lebih dari 1000 ton pertahunnya untuk memproduksi minuman segar rasa teh serta 600 ton kopi, disamping tentu saja gula dan susu..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma yang menyertai delegasi BKPM ini, Indonesia perlu melakukan pendekatan lebih jauh ke perusahaan ini dengan memberikan beberapa “dispensasi” harga dan kemudahan lainnya sehingga perusahaan ini bersedia menggunakan bahan baku produk Indonesia. “mengingat beberapa merek Ferrero sudah sangat dikenal dunia dan membawa image tersendiri, pemakaian bahan baku dari Indonesia secara tidak langsung juga akan meningkatkan “brand image” bagi produk pertanian Indonesia” demikian Erizal menambahkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi &lt;a href="http://www.ferrero.com/eng/index.html"&gt;Ferrero&lt;/a&gt; merupakan perusahaan pembuat coklat terkenal Italia yang salah satu pabrik terbesarnya berlokasi di kota Alba daerah Utara Italia. Perusahaan ini didirikan oleh suami istri Piera dan Pietro Ferrero tahun 1946 yang diawali dengan usaha skala rumah tangga berupa sebuah toko kecil. Saat sekarang perusahaan ini sudah jauh berkembang. Omset mencapai lebih dari 5,6 miliar $, punya 16 cabang di seluruh dunia serta jumlah karyawan mencapai lebih dari 19 ribu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Press Release, Erizal Sodikin, KBRI Roma)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-8756660758361512085?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/8756660758361512085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=8756660758361512085&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8756660758361512085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8756660758361512085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/10/ferrero-minati-minyak-sawit-indonesia.html' title='&lt;center&gt;FERRERO MINATI MINYAK SAWIT INDONESIA&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SQMN6vq4z9I/AAAAAAAAAEc/3bXuJ-75VTU/s72-c/Eurochocolate1008+059_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-3609922210896280444</id><published>2008-10-25T10:50:00.010+02:00</published><updated>2008-12-02T12:49:43.728+01:00</updated><title type='text'>INDONESIA DIUNDANG JADI SPECIAL COUNTRY DI “EUROCHOCOLATE 2009”</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SQLfO3XMmYI/AAAAAAAAAEM/SUXsn8HN3tA/s1600-h/Eurochocolate1008+020_resize.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261012761194568066" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SQLfO3XMmYI/AAAAAAAAAEM/SUXsn8HN3tA/s320/Eurochocolate1008+020_resize.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SQLefWod6hI/AAAAAAAAAEE/1xgGmw7wFCM/s1600-h/Eurochocolate1008+022_resize.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261011944954784274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SQLefWod6hI/AAAAAAAAAEE/1xgGmw7wFCM/s320/Eurochocolate1008+022_resize.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Ms. Rosanna Melone, Bagian Hubungan Internasional Eurochocolate, organisasi penyelenggara pameran “&lt;a href="http://translate.google.com/translate?hl=en&amp;amp;sl=it&amp;amp;u=http://www.eurochocolate.com/perugia2008/&amp;amp;sa=X&amp;amp;oi=translate&amp;amp;resnum=3&amp;amp;ct=result&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Deurochocolate%2B2008%26hl%3Den%26lr%3D%26sa%3DG"&gt;Eurochocolate 2008&lt;/a&gt;”, saat menerima kunjungan delegasi dari &lt;a href="http://www.bkpm.go.id/"&gt;BKPM&lt;/a&gt; yang berkunjung ke pameran Pameran Eurochocolate yang berlangsung tanggal 18 – 26 Oktober 2008 di kota Perugia, Italia. Menanggapi permintaan ini, delegasi &lt;a href="http://www.bkpm.go.id/"&gt;BKPM&lt;/a&gt; yang diwakili oleh Dr. Indra Darmawan, Direktur Perencanaan Industri Agribisnis, menyambut baik tawaran ini dan akan melakukan koordinasi dengan berbagai institusi di Indonesia yang terkait dengan kakao dan coklat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pameran ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan Oktober sejak 15 tahun yang lalu dan pada 5 tahun terakhir menjadi salah salah satu ajang pameran coklat terbesar di dunia. Jumlah pengunjung seperti tahun sebelumnya diperkirakan untuk tahun ini mencapai 1 juta orang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pameran yang dilaksanakan di seputar areal di pusat kota Perugia ini selain menampilkan berbagai macam stand penjualan produk coklat dari Italia, Austria, Swiss, dan Jerman dengan sekitar 6 ribu jenis, juga menampilkan berbagai kegiatan mulai dari seni memahat coklat, pertunjukan kebudayaan, pertunjukan cara membuat coklat, pengenalan kepada pada siswa bagaimana bahan baku coklat didapat dan sekaligus cara pengujian cita rasa coklat, pembuatan patung dari coklat dll. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain itu panitia juga mengundang beberapa negara produsen kakao seperti Indonesia, Ghana, Pantai Gading, Brasil, Venezuela untuk berbicara dalam suatu seminar yang mengambil thema “In the hearth of chocolate” yang juga mengundang pembicara dari beberapa negara eropa dan LSM terkait dengan coklat. Pada kesempatan ini Indonesia menampilkan pembicara Dr. Didiek H. Goenadi, Komite Penanaman Modal Bidang Agribisnis, yang memaparkan secara singkat tentang Kakao di Indonesia dan program pengembangan investasi ke depan perkebunan Kakao Indonesia. Paparan ini mendapat apresiasi cukup baik dari peserta dengan banyaknya pertanyaan dan keinginan untuk menjalin kerjasama khususnya dalam peralatan pengolahan kakao berskala mikro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pres Release: Dr. Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-3609922210896280444?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/3609922210896280444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=3609922210896280444&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3609922210896280444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3609922210896280444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/10/indonesia-diundang-jadi-special-country.html' title='&lt;center&gt;INDONESIA DIUNDANG JADI SPECIAL COUNTRY DI “EUROCHOCOLATE 2009”&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SQLfO3XMmYI/AAAAAAAAAEM/SUXsn8HN3tA/s72-c/Eurochocolate1008+020_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-3415560890149481318</id><published>2008-10-16T13:27:00.005+02:00</published><updated>2008-10-16T13:57:05.528+02:00</updated><title type='text'>FAO luncurkan program “Sepak bola melawan kelaparan”</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SPclvw68D9I/AAAAAAAAADY/KP5hV1XgDE4/s1600-h/sepak+bola+agains+hunger+001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257712592494530514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SPclvw68D9I/AAAAAAAAADY/KP5hV1XgDE4/s320/sepak+bola+agains+hunger+001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanggal 15 Oktober 2008 hari Rabu sore waktu Roma, &lt;a href="http://www.fao.org/"&gt;FAO&lt;/a&gt; bekerjasama dengan European Professional Football Leagues (EPFL) meluncurkan suatu program yang dinamakan “Professional Football against hunger”. Peluncuran ini dilakukan di kantor pusat FAO di Roma di sela acara sidang Committee on Food Security (CFS) dan juga terkait dengan peringatan hari pangan sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada peluncuran ini hadir pemain bola terkenal Italia di tahun 90-an Roberto Baggio yang merupakan Duta Kemanusiaan FAO dan Dino Zoff kiper terkenal Italia di era tahun 1970-an. Selain Baggio, FAO juga mengangkat Raul Gonzalez Blanco atau lebih dikenal dengan nama Raul, pemain bola terkenal Spanyol yang sekarang berkiprah di klub Real Madrid.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Saya merasa sangat terhormat atas penunjukan sebagai Duta kemanusiaan FAO untuk memerangi kelaparan dunia karena tugas memerangi kelaparan ini adalah tugas setiap individu” demikian Baggio mengawali kata sambutannya. Lebih lanjut dikatakannya bahwa tanggung jawab ini juga diemban oleh para generasi muda. “Pada kesempatan ini saya mengajak para generasi muda untuk secara bersama memerangi kelaparan dan hal ini tergantung anda apakah kita akan berhasil menggapai kemenangan sehingga kelaparan tidak lagi terjadi di muka bumi ini” demikian Baggio mengakhiri kata sambutannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sementara Dino Zoff, penjaga gawang Italia terkenal di zamannya dalam sambutannya mengatakan bahwa sepak bola mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut memerangi kelaparan dunia. Selanjutnya ditambahkannya bahwa upaya memerangi kelaparan ini adalah tugas yang berat dan bahkan lebih berat dari pada upaya menggapai juara dunia bola kaki.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran acara ini selain dihadiri oleh perwakilan pemain sepakbola profesional, juga dihadiri oleh Dirjen FAO, Sekjen EPFL, Menteri Olaha Raga Italia, Austria, dan Sepanyol, serta utusan liga dari beberapa negara seperti Bundes Liga, Liga Italia, Liga Portugal, disamping juga beberapa peserta dari perwakilan negara yang sedang mengikuti sidang CFS.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama antara FAO dengan EPFL yang membawahi 28 liga di Eropa ini bertujuan untuk merangsang kepedulian berbagai pihak tentang pentingnya penanggulangan persoalan kelaparan penduduk dunia yang saat sekarang jumlahnya masih mencapai 900 juta jiwa lebih. Disamping itu kerjasama ini juga bertujuan untuk mengkampanyekan penggalangan dana untuk mendukung program pangan FAO khususnya yang terkait dengan program TeleFood yang sudah dirasakan manfaatnya oleh banyak negara berkembang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Acara peluncuran “Professional Football against hunger” in diakhiri dengan penyerahan kaos bernomor punggung 10 oleh Roberto Baggio kepada Dirjen FAO, J. Diouf dan dilanjutkan dengan penandatanganan plakat oleh berbagai pihak sebagai simbol dimulainya kerjasama ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(&lt;em&gt;Pres Release: Erizal Sodikin, &lt;a href="http://attaniroma.blogspot.com/"&gt;Atase Pertanian KBRI Roma&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-3415560890149481318?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/3415560890149481318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=3415560890149481318&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3415560890149481318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3415560890149481318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/10/fao-luncurkan-program-sepak-bola.html' title='&lt;center&gt;FAO luncurkan program “Sepak bola melawan kelaparan”&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SPclvw68D9I/AAAAAAAAADY/KP5hV1XgDE4/s72-c/sepak+bola+agains+hunger+001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-353271846343172163</id><published>2008-09-13T20:09:00.002+02:00</published><updated>2008-09-18T14:52:41.747+02:00</updated><title type='text'>Harga Beras Dunia Terus Turun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Demikian hasil pengamatan terhadap data yang baru saja dikeluarkan oleh &lt;a href="http://www.fao.org/"&gt;FAO&lt;/a&gt; melalui “FAO Rice Price Update” untuk bulan September 2008.&lt;br /&gt;Dari informasi yang diberikan FAO ini menunjukkan bahwa harga beras dunia selama 3 bulan terakhir sejak bulan juni mengalami penurunan. Dibandingkan dengan bulan Mei 2008 indeks harga beras yang dikeluarkan FAO mengalami penurunan dari 322 menjadi 281 di bulan Agustus 2008 atau terjadi penurunan sekitar 12,7 %. Penurunan ini terjadi untuk padi jenis Indica dan Aromatic, sementara untuk jenis Japonica indeks harganya mengalami sedikit kenaikan,&lt;br /&gt;Jika mengacu kepada harga beras pada bulan Mei 2008 yang merupakan harga beras tertinggi yang pernah dicapai, maka harga beras pada bulan Agustus ini yang mengalami penurunan tertinggi dialami oleh beras dari Vietnam dengan variasi penurunan antara 36,7 % (Vietnam 25 %) dan tertinggi 39,8% untuk jenis Vietnam 5%. Beras asal Thailand juga mengalami penurunan yang berarti mulai penurunan sekitar 18,2% untuk jenis Thai White 100% second grade sampai penurunan mencapai 24,3% untuk jenis beras Thai 25 %. Jenis beras Pakistan 25 % juga mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 28,7 %. Hanya jenis beras Basmati Pakistan yang stabil di harga 1100 $/ton, sementara beras jenis US California Medium Grain justru mengalami sedikit peningkatan menjadi 1053 $/ton yang di bulan Juli harganya masih 1036 $/ton.&lt;br /&gt;Informasi dari Ms. C. Calpe, Ekonom Senior FAO dan sekaligus sekretaris dari Intergovernmental Group on Rice pada Devisi Perdagangan dan Pasar FAO mengatakan bahwa trend penurunan harga beras dunia ini disebabkan semakin meningkatnya suplai beras ke pasar dunia. Menurutnya masih sulit memastikan apakah kecenderungan harga ini akan terus berlanjut karena masih sangat tergantung kepada tingkat produksi pada musim panen berikutnya di bulan Oktober dan Nopember nanti. Ms. Calpe juga menambahkan bahwa adanya angin topan yang melanda Amerika Tengah nampaknya juga akan sedikit mengerem laju penurunan harga beras ini. Disamping itu penomena bencana alam juga sangat mempengaruhi tingkat kebutuhan negara importir beras seperti Philipina dan juga Indonesia, juga menjadi penentu sehingga fluktuasi harga ini masih labil dan sulit diprediksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan KBRI&lt;br /&gt;Membaca trend 3 bulan terakhir, nampaknya harga beras dunia akan terus mengalami penurunan meskipun harga yang ada ini tetap saja jauh di atas harga beras dunia di era tahun 2007. Pengamatan perlu selalu dilakukan khususnya melihat tekanan penurunan beras dari Vietnam dan Thailand yang mencapai kisaran di atas 20 % dibandingkan bulan Mei 2008 yang lalu. Perlu dianalisis apakah penurunan harga ini karena negara ini melonggarkan pembatasan ekspor atau karena memang produksi mereka yang tinggi. Pengamatan ini penting terkait dengan kestabilan harga beras di kawasan ASEAN yang tentunya akan berimbas langsung terhadap harga beras dalam negeri. Jika harga beras Internasional lebih rendah dari harga beras dalam negeri, maka akan besar kemungkinan beras impor masuk dan pada akhirnya menekan harga beras dalam negeri. Imbas selanjutnya tentunya akan terkena ke petani sebagai produser beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Press Release:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Erizal Sodikin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Atase Pertanian KBRI Roma&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-353271846343172163?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/353271846343172163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=353271846343172163&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/353271846343172163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/353271846343172163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/09/harga-beras-dunia-terus-turun.html' title='&lt;center&gt;Harga Beras Dunia Terus Turun&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-6370915423049014755</id><published>2008-08-13T20:23:00.007+02:00</published><updated>2008-09-18T16:40:17.337+02:00</updated><title type='text'>Sinkronisasi kebijakan nasional dan Internasional adalah faktor penting dalam pembangunan pertanian di era globalisasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SKMrMJRCRxI/AAAAAAAAACo/xrcY0THWIlI/s1600-h/seminarUGM4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234074679580444434" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SKMrMJRCRxI/AAAAAAAAACo/xrcY0THWIlI/s320/seminarUGM4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SKMqGW6bIII/AAAAAAAAACg/bUQFEYOhwik/s1600-h/seminarUGM5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234073480652857474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SKMqGW6bIII/AAAAAAAAACg/bUQFEYOhwik/s320/seminarUGM5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SKMpkTOYpjI/AAAAAAAAACY/YzVCziUTND4/s1600-h/seminarUGM4.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SKMpAkhSq1I/AAAAAAAAACQ/rkm0Wg8elG4/s1600-h/seminarUGM3.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian salah satu intisari dari hasil seminar tentang pertanian dengan thema: “Paradigm of Agricultural Development: The Role and Synergy between UN Agencies, Government, NGO, and Private Sector”. Hal lain yang dapat disimpulkan dalam seminar tersebut bahwa suatu negara akan mengalami kesulitan jika tidak mencermati dan mengikuti dinamika perubahan di tataran Internasional terutama dalam hubungannya dengan ramalan dan analisa yang dilakukan ke tiga badan pangan PBB ini yang merupakan informasi dasar yang sangat berharga bagi suatu negara untuk lakukan antisipasi sekaligus mencari solusi . &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seminar Internasional ini menampilkan pembicara dari organisasi PBB bermarkas di Roma (FAO, IFAD, dan WFP), Deptan, Bappenas, Kantor Menkokesra, dan Bupati Bantul. Seminar dibuka oleh Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi, M. Eng, Ph.D, dengan menampilkan Keynote Speech, Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Cyprus, dan Malta Bapak Susanto Sutoyo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam paparannya Dubes Susanto Sutoyo menyampaikan bahwa selaku wakil tetap di tiga organisasi pangan PBB yang bermarkas di Roma, KBRI tidak pernah bosan mendorong dan mempromosikan para ahli pertanian Indonesia untuk berkiprah di tiga organisasi ini, hanya sayangnya sampai sekarang Indonesia masih menjadi negara yang jauh di bawah “jatah” yang diberikan. Sebagai contoh berdasarkan jumlah kontribusinya, Indonesia hanya punya 1 orang yang menjadi staf di FAO dari “quota” yang disediakan yaitu 4-5 orang. Di IFAD lebih parah lagi karena sampai saat ini belum satupun orang Indonesia menjadi staf di organisasi ini walaupun Indonesia sejauh ini sudah memberikan kontribusi pendanaan ke Ifad mencapai 42 juta $ lebih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dubes Santo selanjutnya menambahkan, bahwa berbagai upaya telah dilakukan KBRI Roma untuk meraih peluang Indonesia ini antara lain: melakukan pendekatan yang tak kenal lelah ke pembuat kebijakan di organisasi ini, menyebarkan info tentang lowongan yang ada ke berbagai pihak baik melalui jalur resmi maupun informal (via email, komunikasi pribadi dll), menekankan perlunya memberikan pengecualian kepada negara yang tidak menggunakan bahasa PBB sebagai bahasa Ibunya khususnya bahasa selain Inggris, menyuarakan selalu perlunya keseimbangan distribusi staf berdasarkan keseimbangan geografis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbagai aspek penting juga mengemuka baik oleh para pembicara maupun masukan dan pertanyaan dari peserta seminar. Masalah ketahanan pangan menjadi thema utama yang banyak dikemukakan para peserta khususnya terkait dengan bagaimana upaya ketiga badan PBB ini menyatukan langkah dengan pemerintah pusat maupun daerah, pihak swasta, perguruan tinggi dan lembaga penelitian, NGO, serta petani. Upaya menyatukan “gerak' ini sangat diperlukan khususnya dalam mengangkat masyarakat miskin yang sebagian besar hidup di pedesaan dan mengandalkan pertanian khususnya tanaman pangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seminar Internasional yang dilaksanakan tanggal 7 Agustus 2008 ini terlaksana berkat kerjasama antara KBRI Roma dengan UGM. Seminar yang dilaksanakan di Balai Senat UGM, Bulaksumur Yogyakarta ini dihadiri oleh 200 orang lebih utusan dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah pusat maupun daerah, Agro-industri terkait (sektor swasta), LSM, dan Mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pres Release:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-6370915423049014755?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/6370915423049014755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=6370915423049014755&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/6370915423049014755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/6370915423049014755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/08/sinkronisasi-kebijakan-nasional-dan.html' title='&lt;center&gt;Sinkronisasi kebijakan nasional dan Internasional adalah faktor penting dalam pembangunan pertanian di era globalisasi&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EuqiQ5cKPjA/SKMrMJRCRxI/AAAAAAAAACo/xrcY0THWIlI/s72-c/seminarUGM4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-428318294088618041</id><published>2008-08-03T16:07:00.003+02:00</published><updated>2008-09-18T16:42:00.620+02:00</updated><title type='text'>KBRI ROMA dan UGM ADAKAN JOIN SEMINAR</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;KBRI Roma disamping hubungan bilateral dengan Italia, Malta dan Cyprus, juga mempunyai tanggung jawab mewakili Indonesia dalam forum dan kegiatan di organisasi pangan yang berbasis di kota Roma yaitu FAO, IFAD, dan WFP. Mengingat peranan strategis ke tiga organisasi ini dikaitkan dengan pembangunan Indonesia yang bertumpu kepada sektor pertanian dalam arti luas, maka sangat penting dilakukan upaya untuk lebih mengenalkan organisasi ini ke masyarakat Indonesia khususnya kalangan akademisi dan peneliti. Untuk itulah pada tanggal 7 Agustus 2008 nanti KBRI Roma dan Fakultas Pertanian UGM melakukan kerjasama mengadakan seminar Internasional dengan thema: "Paradigm of griculture Development:The Role and Synergy Between UN Agencies, Government, NGO, and Private Sectors". Seminar ini akan menampilkan pembicara dari FAO, IFAD, dan WFP, disamping juga dari Deptan, Depkeu, Kementrian Kesra, Lembaga Penelitian, Pemda, LSM.&lt;br /&gt;Seminar yang akan dilaksanakan di Balai Senat UGM, Bulaksumur Yogyakarta ini diharapkan akan dihadiri oleh 200 orang lebih yang terdiri dari Rektor Universitas dan para Dekan di Fakultas Pertanian seluruh Indonesia., Cendekia di bidang pertanian, Lembaga penelitian pertanian nasional, Agro-industri terkait (sektor swasta), Lembaga penelitian regional, Pejabat pemerintah (nasional, provinsi dan kabupaten/kotamadia), Tenaga pengajar, Mahasiswa.&lt;br /&gt;Keluaran yang diharapkan dari seminar ini antara lain:&lt;br /&gt;1. Pemahaman yang lebih baik dari pihak-pihak yang akan menerima atau menjadi bagian dari ketiga badan PBB di Roma.&lt;br /&gt;2. Serangkaian masukan bagi kebijakan nasional dan regional mengenai pembangunan pedesanaan dan pertanian serta peningkatan ketahanan pangan, khususnya terkait dengan kenaikan harga pangan, perubahan iklim serta bio-energi.&lt;br /&gt;3. Jejaring komunikasi yang efektif diantara ketiga badan PBB di Roma dengan para pemangku kepentingan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dubes KBRI Roma Bapak Susanto Sutoyo, dalam pesannya terkait dengan seminar ini mengharapkan agar forum seperti ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi masyarakat Indonesia untuk memahami organisasi pangan di bawah naungan PBB ini serta sekaligus melakukan tukar fikiran dan diskusi sehingga keberadaan organsasi FAO, IFAD, dan WFP ini dapat memberikan manfaat semaksimal mungkin bagi Indonesia.&lt;br /&gt;Hal lain yang diharapkan adalah dengan semakin dipamahi tentang pentingnya organisasi ini, diharapkan semakin banyaknya SDM Profesional Indonesia tertarik untuk berkiprah di organisasi ini. “Saat ini hanya satu orang professional Indonesia yang bekerja di FAO, padahal dihitung dari jumlah kontribusi kita, Indonesia mendapatkan quota sebanyak 4-5 orang. Di WFP, jumlah professional Indonesia ada sebanyak 5 orang. Sementara itu, di IFAD dari awal pembentukannya hingga sekarang, belum pernah ada orang Indonesia yang menjadi staf di sana. Padahal kontribusi kita untuk Ifad ini sejak pendiriannya pada tahun 1989 telah mencapai 42 juta US Dollar” demikian ditegaskan Dubes Susanto Sutoyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pres Release:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-428318294088618041?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/428318294088618041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=428318294088618041&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/428318294088618041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/428318294088618041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/08/kbri-roma-dan-ugm-adakan-join-seminar.html' title='&lt;center&gt;KBRI ROMA dan UGM ADAKAN JOIN SEMINAR&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-384490846809453271</id><published>2008-06-06T19:53:00.006+02:00</published><updated>2008-09-18T16:43:17.539+02:00</updated><title type='text'>Mentan lakukan 11 pertemuan bilateral selama KTT Pangan Roma</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/SGddtdtcJ-I/AAAAAAAAAB0/3MZDJXLzr-c/s1600-h/Mentan050608+006_resize.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217241728982722530" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="219" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/SGddtdtcJ-I/AAAAAAAAAB0/3MZDJXLzr-c/s320/Mentan050608+006_resize.jpg" width="298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/SGddBeY9IEI/AAAAAAAAABs/cgdTzRKIsyQ/s1600-h/Mentan0608+059_resize.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di tengah padatnya acara KTT tentang keamanan pangan di Roma dari tanggal 3 - 5 Juni 2008, menteri pertanian Indonesia Dr. Anton Apriyanto dapat melakukan pertemuan bilateral sebanyak 11 pertemuan dan melayani permintaan wawancara dengan beberapa media seperti BBC London dan kantor berita Italia. Dari jumlah pertemuan tersebut 8 pertemuan atas permintaan negara sahabat yaitu: Presiden serta Mentan Madagaskar, Mentan Afrika Selatan, Mentan Malaysia, Mentan Filipina, Mentan Selandia Baru, Mentan Inggris, Mentan AS dan Mentan Srilanka sedangkan 3 pertemuan lain adalah permintaan Indonesia yaitu dengan Menteri Pertanian Saudi Arabia, Menteri Pertanian Slowenia (yang negaranya sedang menjabat sebagai Presiden EU), dan Dirjen FAO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pertemuan ini mencerminkan bahwa sektor pertanian Indonesia cukup diperhitungkan oleh banyak negara luar dan mereka berminat bekerja sama maupun mendapatkan bantuan dari para ahli pertanian Indonesia seperti yang secara eksplisit dikatakan oleh beberapa menteri pertanian saat pertemuan bilateral tersebut seperti negara Madagaskar, Srilanka, Afrika Selatan dan bahkan Mentan Amerika menyatakan cara Indonesia dalam meningkatkan produksi padi dapat dijadikan model untuk ditiru oleh negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu beberapa negara khususnya negara maju seperti Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Inggris menilai Indonesia adalah mitra strategis dalam kerjasama sektor pertanian dan menyadari peran kunci Indonesia dalam perundingan soal perdagangan produk pertanian di pasar global yang sekarang menjadi topik perdebatan hangat dalam konferensi ini dikaitkan dengan mahalnya harga bahan pangan akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat reaksi negara luar yang begitu menghargai prestasi Indonesia, Mentan justru merasa heran dengan sebagian orang Indonesia sendiri yang justru selalu merendahkan segala upaya yang dilakukan pemerintah (deptan) dan masih merasa tidak percaya diri dengan kemampuan bangsa sendiri. Sudah saatnya Indonesia merubah paradigma dari negara yang mengharapkan bantuan menjadi negara yang diharapkan bantuannya oleh negara lain khususnya di sektor pertanian, demikian Dr. Anton Apriyantono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pres Release:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Erizal Sodikin&lt;br /&gt;Atase Pertanian Roma&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-384490846809453271?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/384490846809453271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=384490846809453271&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/384490846809453271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/384490846809453271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/06/mentan-lakukan-10-pertemuan-bilateral.html' title='&lt;center&gt;Mentan lakukan 11 pertemuan bilateral selama KTT Pangan Roma&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/SGddtdtcJ-I/AAAAAAAAAB0/3MZDJXLzr-c/s72-c/Mentan050608+006_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-5714470735364678923</id><published>2008-06-05T21:25:00.004+02:00</published><updated>2008-09-18T18:09:25.813+02:00</updated><title type='text'>Presiden Madagaskar: Kami butuh 200 ahli padi Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/SGdeGl9x4iI/AAAAAAAAAB8/ocn6OEIhx6I/s1600-h/Mentan050608+016_resize.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217242160695468578" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="212" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/SGdeGl9x4iI/AAAAAAAAAB8/ocn6OEIhx6I/s320/Mentan050608+016_resize.jpg" width="275" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian pernyataan presiden Madagaskar, Mr. Ravalomanana, saat mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian Indonesia, Dr. Anton Apriyantono kamis 5 Juni 2008 di sela acara KTT tentang keamanan pangan di Roma. Pertemuan dengan Presiden Madagaskar ini sebelumnya didahului pertemuan dengan Mr. Panja Ramanoelina, Menteri Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Madagaskar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madagaskar sangat mengharapkan Indonesia dapat membagi pengetahuan dan keunggulan Indonesia khususnya dalam budidaya tanaman Padi yang mereka nilai sangat mengesankan. Selanjutnya Presiden Madagaskar menginfokan bahwa dalam lawatannya ke Jepang sebelum ke KTT ini, pemerintah Jepang siap membantu Madagaskar dalam peningkatan sektor pertaniannya dan Jepang menyarankan Presiden untuk melibatkan Indonesia dalam hubungannya dengan produksi tanaman pangan khususnya padi melalui kerjasama Selatan-Selatan dengan melibatkan FAO sebagai pihak pengelola dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentan Indonesia yang dalam pertemuan ini didampingi oleh Staf Ahli Menteri bidang Kerjasama Luar Negeri, Attani Roma, Staf Khusus Mentan bidang Ekonomi Pertanian, dan Sek III Multilateral KBRI Roma, menyatakan bahwa Indonesia menyambut dengan baik keinginan Madagaskar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengalaman dan kemampuan Indonesia dalam sektor pertanian khususnya produksi padi, Indonesia siap mengirimkan tenaga ahli yang dibutuhkan bahkan juga petani unggul Indonesia untuk membagi pengetahuan dan keahliannya sehingga SDM pertanian padi Madagaskar dapat meningkat, demikian Mentan Indonesia. Selanjutnya Mentan Dr. Anton jelaskan bahwa Indonesia sudah punya pengalaman dalam kerjasama Selatan-Selatan ini sejak tahun 1996 dengan negara Tanzania dan Zambia dengan pembentukan Pusat Penelitian di ke dua negara ini. Untuk itu Mentan Indonesia menyarankan agar Madagaskar dapat melakukan hal yang sama dengan membuat pusat penelitian dengan menjadikan Indonesia sebagai pihak yang menyediakan tenaga ahli dan juga kurikulum, termasuk saprodi dan peralatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden selanjutnya mengharapkan agar kerjasama melalui pola kerjasama Selatan-Selatan ini untuk segera dapat ditindaklanjuti serta dapat direalisasikan segera, sehingga momentum dari KTT Keamanan Pangan ini tidak hilang begitu saja. Dan Mentan Indonesia sepakat dengan hal ini dan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan dilakukan pembicaraan lebih lanjut tentang hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pres Release:&lt;br /&gt;Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-5714470735364678923?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/5714470735364678923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=5714470735364678923&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5714470735364678923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5714470735364678923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/06/presiden-madagaskar-kami-butuh-200-ahli.html' title='&lt;center&gt;Presiden Madagaskar: Kami butuh 200 ahli padi Indonesia&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/SGdeGl9x4iI/AAAAAAAAAB8/ocn6OEIhx6I/s72-c/Mentan050608+016_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-7199210388048167654</id><published>2008-06-04T19:58:00.005+02:00</published><updated>2008-09-18T18:10:14.743+02:00</updated><title type='text'>Malaysia ingin kerjasama dalam produksi padi dengan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/SEbYSkJUvcI/AAAAAAAAABk/LmFTMRB2qOs/s1600-h/Mentan0608+059_resize.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208087832552586690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="220" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/SEbYSkJUvcI/AAAAAAAAABk/LmFTMRB2qOs/s320/Mentan0608+059_resize.jpg" width="286" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian salah satu hasil pembicaraan bilateral Menteri Pertanian Indonesia, Dr. Anton Apriyantono dengan Dr. Dato’ Mustapa Bin Mohamed (Menteri Pertanian dan Industri Pertanian Malaysia) Selasa tanggal 3 Juni 2008 di sela acara Konferensi Tingkat Tinggi yang membicarakan tentang Keamanan Pangan dalam hubungannya dengan perubahan lingkungan dan bioenergi yang berlangsung di Kantor Pusat FAO Roma tanggal 3 – 5 Juni 2008. Pada pertemuan ini Mentan didampingi oleh KaBadan Ketahanan Pangan, Staf Khusus Mentan, Direktur PPIH Deplu, Attani Roma, dan Sek. III Multilateral KBRI Roma. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menteri pertanian Malaysia selanjutnya menyatakan sangat terkesan dengan keberhasilan Indonesia dalam sektor produksi tanaman pangan khususnya padi dan jagung sehingga Malaysia ingin belajar lebih banyak kepada Indonesia dalam cara meningkatkan produksi dan pengolahan hasil. Mentan Malaysia juga menanyakan banyak hal bagaimana strategi Indonesia yang mereka nilai sangat berhasil meredam gejolak harga pangan pada tataran masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mentan dalam tanggapannya menjelaskan upaya Deptan dalam 3 tahun terakhir dalam mengamankan produksi padi dan jagung yang dilakukan dengan cara ekstensifikasi maupun intensifikasi serta pemberian bantuan benih bermutu kepada petani. Selanjutnya mentan menambahkan bahwa Indonesia membuka seluasnya kepada Malaysia untuk memanfaatkan keunggulan Indonesia ini dengan melalui pelatihan maupun pemagangan SDM Malaysia serta pemanfaatan fasilitas yang dipunyai Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembicaraan selanjutnya juga disinggung hal lain dalam hubungan ke dua negara seperti soal keinginan Malaysia mengimpor sapi Indonesia dan juga persoalan pembuatan MoU terkait aspek pangan. Terkait dengan ini Mentan Indonesia mengatakan bahwa hal tersebut dapat dibicarakan lebih lanjut pada level teknis. Tentang keinginan impor beras dari Indonesia Mentan katakan untuk saat sekarang Indonesia belum akan melakukan ekspor beras mengingat Indonesia saat sekarang juga masih membutuhkan stok beras untuk mengamankan jaminan pasokan dalam negeri, dan Mentan menegaskan perlunya kedua negara meningkatkan produksi dan cara terbaik untuk peningkatan produksi tanaman pangan ini adalah dengan melakukan suatu joint venture investment dalam peningkatan produksi tanaman pangan khususnya padi dan jagung. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pres Release oleh Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-7199210388048167654?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/7199210388048167654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=7199210388048167654&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/7199210388048167654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/7199210388048167654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/06/malaysia-ingin-kerjasama-dalam-produksi.html' title='&lt;center&gt;Malaysia ingin kerjasama dalam produksi padi dengan Indonesia&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/SEbYSkJUvcI/AAAAAAAAABk/LmFTMRB2qOs/s72-c/Mentan0608+059_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-8206995592225633473</id><published>2008-05-01T20:36:00.002+02:00</published><updated>2008-09-18T18:11:12.542+02:00</updated><title type='text'>KENAIKAN PANGAN DUNIA: Antara Ancaman dan Harapan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tanggal 29 April 2008 ini Dirjen FAO kembali memberikan pernyataan terkait dengan kenaikan harga bahan pangan dunia akhir-akhir ini. Dalam pernyataannya tersebut Dirjen FAO menyatakan bahwa kenaikan harga pangan di satu sisi merupakan ancaman tetapi di sisi lain memberikan kesempatan dan harapan bagi sektor pertanian khususnya petani dan keluarganya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.&lt;br /&gt;Dirjen FAO selanjutnya menjelaskan persoalan pangan ini memerlukan dua pendekatan yang disebut dengan “a twin-track approach” yaitu: a). Membuat kebijakan dan program bagi juta-an masyarakat yang mempunyai resiko atau rentan kelaparan dan b). Melakukan langkah-langkah membantu petani khususnya di negara berkembang agar mampu mengambil keuntungan dengan tingginya produk pangan (dan produk pertanian lainnya).&lt;br /&gt;Untuk mencapai itu maka diperlukan kreasi untuk menghasilkan suatu lingkungan/kebijakan yang memungkinkan petani mendapatkan akses saprodinya seperti benih/bibit dan pupuk. Peningkatan investasi di sektor pertanian perlu dilakukan seperti pembangunan sarana irigasi, pembuatan infrastruktur di pedesaan misalnya jalan, sarana komunikasi, pasar, serta sarana penyuluhan terkait penyebaran ilmu dan teknologi pertanian. Menurut Diouf, diperlukan sekitar 1,7 Milliar dollar dari sumber keuangan Internasional untuk keperluan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;1. Pernyataan Dirjen FAO ini nampaknya ingin mengimbangi diskusi soal kenaikan harga pangan yang akhir-akhir ini terfokus kepada sisi ancaman dan bahayanya saja sehingga kesempatan dan sisi positif khususnya bagi petani dan keluarganya relatif lepas dari perhatian. Hal ini tercermin dari dominannya pemberitaan di media massa yang cenderung mendramatisir situasi dan lebih banyak menampilkan sisi negatif kenaikan pangan yang langsung atau tidak langsung menyebabkan “kepanikan” masyarakat dunia.&lt;br /&gt;2. Mengingat di Indonesia sektor pertanian merupakan sektor utama sumber pendapatan masyarakat desa yang sebagian besar merupakan masyarakat berpendapatan rendah, sudah selayaknya pemerintah memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas pertanian ini (pangan dan komoditas pertanian lainnya) dengan mengkaji dan sekaligus membuat kebijakan agar petani mendapatkan marjin keuntungan yang wajar melalui perbaikan sistem pasar masing-masing komoditi, dengan tetap memperhatikan masyarakat ekonomi lemah lainnya yang sumber pendapatannya berasal dari sektor non-pertanian (non petani).&lt;br /&gt;3. Pendekatan dua sisi seperti yang dikemukakan Dirjen FAO tersebut perlu digaungkan agar Indonesia, sebagai negara tropis yang penduduknya sebagian besar bertumpu kepada pertanian (menurut data statistik sekitar 20 juta KK bergantung kepada sektor pertanian) dan wilayahnya mempunyai diversitas tanaman yang tinggi, dapat menjadi pelopor dalam menciptakan tatanan baru bagi sektor pertanian dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan pendapatan petani dan keluarganya, serta penciptaan lapangan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Press Release dari Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-8206995592225633473?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/8206995592225633473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=8206995592225633473&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8206995592225633473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8206995592225633473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/05/kenaikan-pangan-dunia-antara-ancaman.html' title='&lt;center&gt;KENAIKAN PANGAN DUNIA: Antara Ancaman dan Harapan&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-695392487860136267</id><published>2008-04-12T22:18:00.005+02:00</published><updated>2008-09-18T18:11:51.533+02:00</updated><title type='text'>Situasi Pangan Dunia Kritis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Demikian salah satu pernyataan Direktur Jenderal FAO, Dr. Jacques Diouf saat memberikan konferensi persnya pukul 11.30 waktu roma hari ini tanggal 11 April 2008 di Kantor Pusat FAO. Konferensi pers yang dihadiri oleh berbagai wartawan dunia ini dilanjutkan dengan presentasi dan dialog Dirjen fao dengan para perwakilan negara untuk FAO yang ada di roma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Dirjen FAO ini dikaitkan dengan situasi harga pangan dunia yang terus melambung serta ketersediaan pangan di pasar yang semakin menipis. Saat sekarang dikemukakannya bahwa stock pangan di pasar dunia mencapai level terendah setelah tahun 1980-an dan sudah sekitar 5 % lebih rendah dibandingkan dengan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi mahalnya harga pangan memberikan dampak yang sangat serius khususnya di negara-negara yang berpenghasilan rendah dan defisit pangan. Situasi ini dapat menimbulkan dampak yang lebih berbahaya jika tidak ditangani segera karena dapat menjadi pemicu kerusuhan dan kejahatan di negara-negara tersebut yang pada akhirnya menimbulkan ketidak setabilan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikemukakan lebih lanjut ada 5 penyebab utama dari situasi meningkat tajamnya harga pangan dunia ini yaitu:&lt;br /&gt;1. Meningkatnya kebutuhan (demand) akan bahan pangan di negara yang sedang tumbuh ekonominya (seperti China dan India) baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Akibat semakin sejahteranya penduduk di negara yang ekonominya sedang tumbuh ini menyebabkan meningkatnya konsumsi produk daging dan susu, dan hal ini mendorong peningkatan kebutuhan akan sereal.&lt;br /&gt;2. Rendahnya stock pangan dunia yang diduga akan turun menjadi 405 juta ton pada akhir tahun 2008 dan jika terjadi hal ini akan menjadikan stock pangan dunia terendah setelah tahun 1982.&lt;br /&gt;3. Adanya bencana alam seperti kebanjiran, kekeringan, dan badai yang terkait dengan adanya perubahan iklim global.&lt;br /&gt;4. Kebutuhan sereal untuk bioenergi, dimana tahun 2007 menurut FAO sekitar 86 juta ton jagung untuk pangan sudah digunakan untuk menghasilkan energi.&lt;br /&gt;5. Pertumbuhan penduduk dunia yang mencapai sekitar 78,5 juta orang per tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati situasi ini maka Dirjen FAO menghimbau kepada dunia Internasional (pemerintah maupun swasta) untuk mengambil langkah-langkah konkrit yang meliputi aksi jangka pendek serta jangka menengah dan panjang. Aksi yang diambil haruslah koheren dan menyeluruh, terfokus kepada situasi spesifik di masing-masing negara melalui perlindungan rumah tangga yang rentan di kota dan di desa, serta merangsang peningkatan produksi pangan nasional/lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan produksi pangan akan mungkin dilakukan jika petani (produser) pangan mendapatkan akses dan mampu untuk membeli saprodi baik untuk kebutuhan budidaya tanaman maupun untuk menghasilkan pakan ternak. Untuk itu dihimbau masyarakat Internasional untuk berkomitmen membantu dalam melakukan investasi di sektor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dijelaskan oleh Dirjen bahwa permasalahan pangan dunia ini adalah masalah yang kompleks dan memerlukan komitmen bersama masyarakat Internasional serta memerlukan pembahasan oleh para petinggi negara di dunia. Untuk itulah fao memberikan wadah untuk mendiskusikan segala sesuatunya terkait dengan hal ini melalui pertemuan tingkat tinggi dunia pada KTT dengan tema “keamanan pangan dunia dan tantangan terhdap perubahan iklim dunia dan bionergy” (The High Level Conference on world food security and the challenges of climate change and bioenergy) yang akan dilangsungkan pada tanggal 2 – 5 Juni 2008 di kantor pusat FAO Roma.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-695392487860136267?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/695392487860136267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=695392487860136267&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/695392487860136267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/695392487860136267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/04/situasi-pangan-dunia-kritis.html' title='&lt;center&gt;Situasi Pangan Dunia Kritis&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-8071034673086722079</id><published>2008-03-28T10:47:00.004+01:00</published><updated>2008-04-04T18:41:58.647+02:00</updated><title type='text'>FAO News-release: Itik dan Padi di balik Wabah Flu Burung</title><content type='html'>Tanggal 26 Maret 2008 yang lalu FAO mengeluarkan News-Release terkait dengan hasil penemuan ilmiah yang menunjukkan bahwa asosiasi antara Itik/Bebek, budidaya padi (sawah), dan manusia merupakan penyebab utama terjadinya wabah penyakit flu burung di Thailand dan Vietnam, dengan dugaan yang sama terjadi juga di wilayah lain seperti Kamboja dan Laos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan ini dipublikasikan pada prosiding National Academy of Sciences of The United States (PNAS) dengan judul “Mapping H5N1 highly pathogenic avian influenza risk in Southeast Asia: ducks, rice and people”. Pernyataan ini berdasarkan hasil penelitian oleh para ahli penyakit hewan yang dikoordinir oleh Jan Slingenberg yang juga Dokter Hewan Senior FAO. Penelitian dilakukan selama kurun waktu 2004 dan 2005 di Thailand dan Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keterkaitan yang erat antara pola penggembalaan itik dengan intensitas pertanaman padi. Mengingat itik umumnya memakan butir padi yang tersisa di areal pemanenan, menyebabkan pergerakan itik ke berbagai wilayah mengikuti pola pemanenan padi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode tingginya populasi itik di areal pemanenan padi memberikan indikasi yang sama dengan tingginya penyebaran virus, dan areal pertanaman padi sering kali juga menjadi habitat sementara dari species burung liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola ini dibuat dengan menggunakan pemetaan satelit pertanian padi sawah dari waktu ke waktu, intensitas penanaman, dan lokasi-lokasi penggembalaan itik. Interseksi dari ke tiganya ini bersama dengan kronologi berjangkitnya penyakit, telah membantu para ilmuwan menentukan situasi kritis di saat ketika resiko HPAI tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jan Slingenberg yang juga Dokter Hewan Senior FAO, sekarang diketahui lebih baik, kapan dan dimana timbulnya virus H5N1 dan hal ini membantu target pengendalian dan pencegahan. Selanjutnya, dengan persitensi virus yang semakin meningkat di wilayah sistem pertanian padi-itik yang intensif di Asia Timur dan Asia Tenggara, maka evolusi virus H5N1 mungkin menjadi lebih mudah untuk diramalkan. Sebagai info tambahan FAO menduga sekitar 90 % populasi itik dunia terdapat di wilayah Asia dengan sekitar 75 % nya berada di China dan Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sekarang intervensi berdasarkan pengetahuan dari data hotspot dan kalender lokal sistem budidaya padi dan itik ini diharapkan digunakan untuk mengontrol target penyakit menggantikan vaksinasi masal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact:FAO Media Office FAO-Newsroom@fao.org (+39) 06 570 53625&lt;br /&gt;http://www.fao.org/newsroom/en/news/2008/1000817/index.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-8071034673086722079?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/8071034673086722079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=8071034673086722079&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8071034673086722079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/8071034673086722079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/03/fao-news-release-itik-dan-padi-di-balik.html' title='FAO News-release: Itik dan Padi di balik Wabah Flu Burung'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-3230662497672771390</id><published>2008-03-23T15:34:00.001+01:00</published><updated>2008-03-23T15:34:12.679+01:00</updated><title type='text'>Foto-foto Kunjungan Profesor Borghese ke Indonesia</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-be.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=1008806316545481662&amp;amp;site=widget-be.slide.com" style="width:400px;height:320px" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:400px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=1008806316545481662&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-be.slide.com/p1/1008806316545481662/bb_t062_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=1008806316545481662&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-be.slide.com/p2/1008806316545481662/bb_t062_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-3230662497672771390?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/3230662497672771390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=3230662497672771390&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3230662497672771390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/3230662497672771390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/03/foto-foto-kunjungan-profesor-borghese.html' title='Foto-foto Kunjungan Profesor Borghese ke Indonesia'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-5576045161120515711</id><published>2008-03-23T14:05:00.001+01:00</published><updated>2008-03-23T14:05:39.724+01:00</updated><title type='text'>Foto-foto Kunjungan Pengusaha Kopi Italia ke Indonesia</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-e8.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=1008806316545480680&amp;amp;site=widget-e8.slide.com" style="width:400px;height:320px" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:400px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=1008806316545480680&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-e8.slide.com/p1/1008806316545480680/bb_t024_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=1008806316545480680&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-e8.slide.com/p2/1008806316545480680/bb_t024_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-5576045161120515711?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/5576045161120515711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=5576045161120515711&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5576045161120515711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5576045161120515711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/03/foto-foto-kunjungan-pengusaha-kopi.html' title='Foto-foto Kunjungan Pengusaha Kopi Italia ke Indonesia'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6045805457591571924.post-5763569201311029066</id><published>2008-03-22T21:10:00.002+01:00</published><updated>2008-09-18T18:14:57.040+02:00</updated><title type='text'>Laporan Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Ke Italia</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/R-VpFE6gFoI/AAAAAAAAAAM/154QtH8vr_o/s1600-h/IMG_1720.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180662482299000450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 419px; CURSOR: hand; HEIGHT: 348px" height="176" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/R-VpFE6gFoI/AAAAAAAAAAM/154QtH8vr_o/s320/IMG_1720.JPG" width="288" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menteri Pertanian RI, Dr. Anton Apriyantono, melakukan kunjungan kerja ke Italia dari tanggal 17 – 20 Nopember 2007. Kunjungan Mentan ini dalam rangka menghadiri dan menyampaikan pidato pada Konferensi FAO ke 34 yang berlangsung dari tanggal 17 – 24 Nopember 2007 di Kantor Pusat FAO di Roma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Trieste&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menghadiri sidang Konferensi FAO, Mentan mengadakan kunjungan ke pelabuhan petikemas dan pergudangan kopi, pabrik pembuatan minyak olive, dan pembuatan Keju di Kota Trieste, Utara Italia. Kunjungan ini didampingi oleh Staf Khusus Bidang SDM; Dr. Achmad Aburrachim, dan Atase Pertanian KBRI Roma, Dr. Erizal Sodikin. Disamping itu pada kunjungan ini juga didampingi oleh Dr. Sandalj (Presiden Asosiasi Kopi Trieste), Dr. Fabian (Ketua Asosiasi Spesialis Kopi Eropa), dan Prof. Graziosi (Gurubesar ahli genetika tanaman Kopi pada Fakultas Biologi Universitas Trieste) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan ke pelabuhan petikemas diterima oleh Direktur Operasional Pelabuhan Mr. Antonio Gurrieri yang didampingi oleh staf hubungan internasional Ms. Francesca Trempus. Dalam Sambutannya Mr. Gurrieri menyatakan terima kasih atas kunjungan ini dan selanjutnya menjelaskan secara ringkas tentang pelabuhan ini yang isinya antara lain bahwa pelabuhan Petikemas Trieste merupakan pelabuhan yang mendapat status bebas pajak yang tidak terikat dengan aturan perpajakan pelabuhan seperti di pelabuhan lain di Uni Eropa.&lt;br /&gt;Selanjutnya Mentan menyaksikan tayangan seputar fasilitas yang tersedia di Pelabuhan ini antara lain: gudang penyimpanan berpendingin yang menempati luas 4.500 m2, gudang tempat penyimpanan ternak dan barang seluas 17.000 m2, disamping fasilitas standar pelabuhan lainnya seperti gudang penyimpanan barang, peralatan bongkar muat, alat tranportasi dll.&lt;br /&gt;Dalam perbincangan selanjutnya Mr. Gurrieri menjelaskan tentang adanya kerjasama dengan otoritas pelabuhan Trieste dengan pemerintah Mesir dan Tanzania dalam hubungan dengan pengiriman barang dari dan ke Pelabuhan antara kedua negara tersebut. Oleh karena itu otoritas pelabuhan ini sangat berharap kerjasama serupa dapat dilakukan dengan Indonesia khususnya terhadap pengiriman produk pertanian dan berharap produk pertanian Indonesia dapat masuk ke Italia dan wilayah kawasan Eropa Timur (Balkan) melalui pelabuhan petikemas Trieste ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutan balasannya Mentan menyatakan terima kasih atas penerimaannya dan akan mempelajari lebih jauh tawaran yang diberikan. Selanjutnya Mentan menjelaskan bahwa Deptan Indonesia saat sekarang sangat mendorong ekspansi pasar Internasional produk pertaniannya melalui promosi dan kerjasama Internasional. Produk pertanian yang sangat didorong saat sekarang disamping produk yang sudah jadi andalan seperti minyak sawit, karet, kopi, kakao, teh, juga produk hortikultura seperti tanaman hias dan buahan tropis. Khusus untuk kopi, maka melalui kerjasama dengan asosiasi kopi Trieste diharapkan posisi Indonesia dapat kembali masuk dalam tiga besar pemasok kopi di Italia melalui pelabuhan Trieste ini.&lt;br /&gt;Setelah menyaksikan proses pensortiran kopi yang dilakukan semuanya secara komputerisasi yang dikelola Pacorini Silocaf S.r.l. dan meninjau beberapa fasilitas pergudangan serta makan siang atas undangan otoritas pelabuhan Trieste, Mentan melakukan kunjungan ke pabrik pembuatan minyak olive yang prosesnya bebas zat aditif serta peternakan sapi perah dan pembuatan keju. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Khusus di peternakan sapi perah dan pabrik pembuatan keju, mentan sangat terkesan dengan etos kerja petani yang dikunjungi, karena dengan jumlah 150 ekor sapi ditambah pabrik keju hanya dikerjakan oleh 3 orang saja. Sementara di pabrik minyak olive menteri terkesan karena proses pembuatan minyaknya yang hanya mengandalkan pengendapan secara alami selama 40 hari, sehingga minyak yang dihasilkan masih banyak kandungan senyawa mikro (anti oksidan) yang sehat bagi tubuh manusia.&lt;br /&gt;Kunjungan ke Trieste diakhiri dengan makan bersama atas undangan Asosiasi Pengusaha Kopi Trieste.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertemuan Bilateral&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain menghadiri sidang konferensi dan penyampaian pidato, menteri pertanian RI berkesempatan mengadakan pertemuan bilateral yaitu dengan Menteri Pertanian Norwegia, Dirjen Hubungan Internasional Departemen Pertanian Jerman, Direktur Eksekutif IFOAM, Menteri Pertanian Italia, dan terakhir Menteri Pertanian Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertemuan dengan Menteri Pertanian Norwegia&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mentan RI mengadakan pertemuan dengan Mr. Terje Riis-Johansen, Menteri Pertanian dan Pangan Norwegia tanggal 19 Nopember di Ruang Finish, Kantor FAO. Pada pertemuan ini mentan didampingi oleh Dirjen Tanaman Pangan, Kabag. Bidang Pangan dan Pertanian Biro KLN Deptan, dan Atase Pertanian KBRI Roma. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ini merupakan inisiatif dari pemerintah Norwegia sebagai negara yang ingin mengambil peranan lebih besar di G-10 dan EU karena melihat pentingnya posisi Indonesia sebagai negara koordinator kelompok G-33. Dalam pertemuan ini isu utama yang dibahas adalah terkait dengan WTO khususnya tentang Sensitive Products (SnP), Special Products (SP), dan Special Safeguard Mechanism (SSM). Pertemuan lebih merupakan suatu pertukaran sudut pandang dalam konteks WTO ini. Menteri Pertanian Norwegia menjelaskan bahwa Norwegia selalu berpendapat tentang pentingnya akses pasar dan ini dibuktikan dengan penerapan tarif yang lebih rendah dibandingkan dengan yang diusulkan oleh EU. Norwegia juga menjelaskan tentang masih diberikannya subsidi kepada petani di Norwegia khususnya produk pertanian untuk pasar domestik agar dapat meningkatkan daya saing produk petani mereka. Mentan RI menjelaskan soal posisi Indonesia yang selalu memperjuangkan disetujuinya isu tentang SnP, SP dan SSM. Kedua belah pihak sama menyatakan bahwa proses perundingan tentang aspek perdagangan di WTO bukan merupakan suatu yang mudah. Melalui pembicaraan baik antar anggota dalam kelompok negara maupun antar ke dua kelompok negara diyakini kompromi ini dapat dicapai tanpa mengesampingkan kepentingan domestik masing-masing negara. Dalam diskusi banyak beberapa kesamaan sudut pandang dalam konteks memajukan pertanian masing-masing negara seperti upaya untuk meningkatkan akses pasar, perlunya kompromi tentang subsidi, pengaturan kuota perdagangan, serta perlindungan terhadap petani yang dalam beberapa kondisi sangat lemah posisinya. Selain itu Mentan Indonesia menyatakan bahwa ke dua negara dapat melakukan kerjasama bilateral dalam sektor pertanian walaupun secara agroekosistem berlainan seperti bidang research. Di akhir pertemuan Menteri Pertanian dan Pangan Norwegia mengundang Mentan RI untuk berkunjung ke Norwegia untuk membicarakan lebih jauh kemungkinan kerjasama aspek pertanian antar kedua negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertemuan dengan Jerman:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 19 Nopember Mentan juga mengadakan pertemuan dengan Dirjen Kerjasama Internasional Departemen Pertanian Jerman, Mr. Klaus-Jorg Heynen. Dalam pertemuan ini Mentan didampingi oleh Dirjen Tanaman Pangan, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kabag. Bidang Pangan dan Pertanian Biro KLN Deptan, dan Atase Pertanian KBRI Roma, serta Sek. I Ekonomi KBRI Roma. Dalam pertemuan ini banyak membahas kemungkinan peningkatan kerjasama antar kedua negara dalam aspek biofuel, pertanian organik, dan juga penanggulangan penyakit Flu Burung. Mentan menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara penyedia bahan baku untuk biofuel seperti dari minyak sawit dan juga ke depan dari tanaman Jatropa dan Jerman dapat memanfaatkan keunggulan Indonesia ini. Selanjutnya mentan menjelaskan tentang upaya pemerintah untuk melakukan pembangunan kelapa sawit yang berkelanjutan dengan sangat memperhatikan persoalan lingkungan. Di akhir pertemuan pihak Jerman menginformasikan telah disetujuinya suatu paket bantuan terkait dengan penanggulangan penyakit Flu Burung di Indonesia sebesar 3 juta Euro. Selanjutnya disepakati bahwa pembicaraan ini akan dilanjutkan dengan pembicaraan yang lebih teknis oleh institusi teknis masing-masing negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertemuan dengan IFOAM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Disamping pertemuan dengan pejabat pemerintah beberapa negara, Mentan pada tanggal 19 Nopember 2007 juga melakukan pertemuan dengan Direktur Eksekutif dari Internasional Federation of Organic Agriculture Movement (IFOAM), Ms. Angela B. Caudle. IFOAM merupakan salah satu organisasi Internasional yang beranggotakan 111 negara dengan 700 asosiasi. Organisasi ini banyak bergerak dalam bidang pertanian dan produk organik yang meliputi pemberian asistensi, peningkatan kapasitas, dan juga pemberian sertifikat. Pada kesempatan ini Mentan berharap IFOAM dapat memberikan dukungan bagi pengembangan pertanian organik di Indonesia yang sedang digalakkan. Aspek yang memungkinkan untuk dilakukan kerjasama menyangkut peningkatan kapasitas SDM pertanian organic, akses pemasaran, standarisasi produk dan juga pembangunan institusi pemberi sertifikasi yang dapat dipercaya. Mentan selanjutnya menugaskan Dirjen Tanaman Pangan dan Kabag Bidang Pangan dan Pertanian KLN Deptan untuk melanjutkan diskusi membahas persoalan yang lebih teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertemuan dengan Menteri Pertanian Italia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/R-VsKE6gFqI/AAAAAAAAAAc/EPPCX_kf3WY/s1600-h/IMG_1745.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180665866733229730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/R-VsKE6gFqI/AAAAAAAAAAc/EPPCX_kf3WY/s320/IMG_1745.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dengan Menteri Pertanian Italia, Mr. Paolo De Castro tanggal 20 Nopember 2007 di Kantor Kementerian Pertanian, Pangan dan Kehutanan Italia. Pada pertemuan ini Mentan didampingi oleh Dubes KBRI Roma, Dirjen Tanaman Pangan, dan Atase Pertanian KBRI Roma. Menteri Pertanian RI menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya pertemuan bilateral ini dan menjelaskan bahwa kedua negara mempunyai sejarah hubungan yang sangat erat. Menteri Pertanian, Pangan dan Kehutanan Italia sangat senang menerima kedatangan Mentan RI dan rombongan dan menjelaskan perlunya kerjasama ke depan dengan membuat suatu MoU sebagai payung dalam membangun kerjasama ke dua negara. Beberapa aspek yang disinggung antara lain peningkatan hubungan dagang produk pertanian seperti produk tanaman Industri Indonesia seperti minyak sawit, kopi, kakao, teh dll dan juga produk hortikultura seperti buahan tropis dan juga tanaman hias termasuk bunga potong, sementara italia yang kuat di sektor agroindustri dapat memanfaatkan pangsa pasar yang besar di Indonesia. Mentan Indonesia juga menyinggung soal kerjasama sama dalam aspek peternakan seperti dalam kesehatan hewan. Agar kerjasama ini dapat direalisasikan dan dapat menjadi kenyataan, kedua menteri sepakat untuk segera merancang suatu MoU. Untuk itu perlu dilakukan pembicaraan lebih teknis antar ke dua belah pihak yang membahas beberapa aspek yang disepakati untuk dikerjasamakan yang menyangkut aspek Agroindustri dan Agroteknologi, Agrobisnis dan Penelitian. KBRI Roma dalam hal ini akan segera menindaklanjutinya dalam bentuk pembicaraan aspek teknis persiapan penyusunan MoU ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertemuan dengan Menteri Pertanian Belanda&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah pertemuan dengan Menteri Pertanian, Pangan dan Kehutanan Italia, Menteri Pertanian RI mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertanian Belanda, Mrs. Gerda Verburg. Pertemuan dilaksanakan tanggal 20 Nopember di Ruang Mexico Gedung FAO. Pada kesempatan ini Menteri Pertanian RI didampingi oleh Dirjen Tanaman Pangan, Dubes KBRI Roma, Ka Badan Ketahanan Pangan Deptan, dan Atase Pertanian KBRI Roma. Pertemuan merupakan inisiatif pemerintah Belanda terkait dengan beberapa isu seperti soal karantina produk peternakan, soal benih kentang, tentang ternak sapi, minyak sawit, dan penyakit Flu Burung. Pada kesempatan ini Mentan menjelaskan bahwa segala sesuatunya dapat diselesaikan melalui beberapa persyarakatan dan Mentan akan memfollow up persoalan ini ke institusi teknis terkait. Menteri pertanian Belanda mengharapkan adanya suatu kerjasama dalam persoalan karantina ini dengan mengundang tim inspeksi Indonesia ke Belanda untuk meninjau segala sesuatunya. Menanggapi hal ini Mentan mengatakan terkait dengan ternak sapi perlu adanya suatu kejelasan soal penyakit hewan BSE yang pernah melanda kawasan Eropa dan Indonesia sudah membuat suatu kebijakan soal ini, selama sapinya berasal dari kawasan yang bebas BSE secara perinsip dapat saja dimasukkan ke Indonesia. Untuk masalah ini kedua negara sepakat untuk menindaklanjutinya dengan suatu kunjungan antar kedua pejabat. Belanda akan mengundang tim dari Indonesia untuk melihat dari dekat sistem sanitasi peternakan mereka. Disamping itu Indonesia berharap dari belanda bibit sapi perah yang memang sangat dibutuhkan peternak Indonesia dan pihak Belanda berharap tim inspeksi Indonesia akan berkunjung ke Belanda juga membahas hal ini.&lt;br /&gt;Menyangkut minyak sawit, Mentan menjelaskan bahwa Indonesia sangat memperhatikan persoalan ini dan juga sangat memperhatikan tentang pembangunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, walaupun ada saja pelanggaran tetapi hal tersebut hanya merupakan kasus yang illegal. Saat sekarang pemerintah sedang menyusun suatu sertifikasi soal ini dengan segala kriterianya.&lt;br /&gt;Disamping hal tersebut di atas menteri pertanian Indonesia juga berharap agar Belanda membantu memfasilitasi dan mempromosikan produk pertanian Indonesia khususnya terkait dengan produk tanaman hias dan bunga potong melalui kota Aalsmeer yang merupakan pusat masuknya tanaman hias dan bunga potong dunia ke Belanda dan kawasan Eropa. Dalam konteks ini disepakati perlu nantinya adanya suatu Mutual Recognition Agreement (MRA) antara Indonesia dan Belanda terhadap komoditi pertanian. Mentan Indonesia berjanji akan mengirimkan tim khusus ke Belanda untuk membahas hal ini. Menanggapi hal ini Menteri Pertanian Belanda berjanji akan membantu dan menindaklanjutinya.&lt;br /&gt;Mentan juga berharap Belanda dapat memperluas proyek irigasi di Kalimantan Tengah yang dilaksanakan bekerjasama dengan Universitas Wageningen yang juga menyangkut rehabilitasi lahan gambut di Kalimantan karena pemerintah Indonesia sekarang sangat berkeinginan untuk merehabilitas lahan gambut tersebut yang rusak akibat kesalahan dalam pengelolaannya di masa lalu. Tentang perkebunan sawit di lahan gambut, kebijakan pemerintah melarang areal gambut untuk sawit kecuali memenuhi persyarakat khususnya kedalaman gambut minimal. Permasalahan kawasan kelapa sawit dijelaskan oleh Menteri pertanian Indonesia bahwa lahan yang digunakan marupakan lahan terbuka yang diakibatkan adanya pengusahaan hutan/lahan yang salah di masa lalu. Oleh karena itu saat sekarang persoalan perkebunan kelapa sawit bukanlah suatu masalah lagi karena pemerintah akan menerapkan sertifikasi kebun kelapa sawit ini.&lt;br /&gt;Mentan juga mengajak Belanda untuk mengembangkan tanaman untuk biofuel tidak hanya kelapa sawit tetapi juga tanaman Jatropa yang tidak berkompetisi dengan kebutuhan bahan untuk pangan maupun pakan, hanya saat sekarang produksinya masih rendah dan belum ekonomis. Belanda akan menindaklanjuti soal ini karena tanaman ini dapat merupakan suatu generasi ke dua bagi bioenergi dimasa depan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6045805457591571924-5763569201311029066?l=attaniroma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://attaniroma.blogspot.com/feeds/5763569201311029066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6045805457591571924&amp;postID=5763569201311029066&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5763569201311029066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6045805457591571924/posts/default/5763569201311029066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://attaniroma.blogspot.com/2008/03/laporan-kunjungan-kerja-menteri.html' title='&lt;center&gt;Laporan Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Ke Italia&lt;/center&gt;'/><author><name>Faridatul Mukminah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_EuqiQ5cKPjA/R-VpFE6gFoI/AAAAAAAAAAM/154QtH8vr_o/s72-c/IMG_1720.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
